Legislator PKS Bantaeng Kecam Dugaan Intimidasi oleh Pendamping PKH

Diancam akan diberhentikan jika tidak memilih caleg dukungan pendamping itu.

Legislator PKS Bantaeng Kecam Dugaan Intimidasi oleh Pendamping PKH
edi hermawan/tribunbantaeng.com
Legislator PKS Bantaeng, Muhammad Ridwan 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Sejumlah Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI diduga melakukan intimidasi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.

Intimidasi tersebut dilakukan dalam bentuk mengarahkan KPM agar memilih salah satu Calon Legislator (Caleg) pada Pileg 2019.

Hal itu pun langsung direspon oleh Legislator PKS Bantaeng, Muhammad Ridwan. Dia mengecam oknum pendamping PKH tersebut.

"Kami mengecam tindakan dari oknum pendamping PKH yang mengintimidasi KPM agar memilih salah satu caleg usulannya," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Selasa (11/9/2018).

Atas intimidasi tersebut, pihaknya menyebutkan bahwa KPM bersangkutan menjadi tertekan. Sebab diancam akan diberhentikan jika tidak memilih caleg dukungan pendamping itu.

Baca: PDI Perjuangan Luwu Utara Incar Empat Kursi di Pileg 2019

Baca: Bertambah, Sebanyak Ini DCS Anggota DPRD Sidrap untuk Pileg 2019

Pria yang karib disapa Ridho itu jugaberencana untuk memanggil Dinas Sosial Bantaeng dan akan diteruskan ke Dinsos Provinsi. Jika oknum pendamping itu tidak menghentikan intervensi politiknya.

"Kasian masyarakat, mereka tertekan karena diancam akan diberhentikan sebagai KPM kalau tidak pilih caleg jagoan dari pendampingnya," jelasnya.

Dia juga menceritakan bahwa tidak hanya satu Legislator saja yang mendapat aspirasi itu dari masyarakat. Tetapi hampir semua.

Sehingga pendamping PKH digarapnya bisa bekerja secara profesional dengan tidak menyangkut-pautkan antara urusan PKH dengan urusan politik," tuturnya.

Sementara itu, Kadis Sosial Bantaeng, Andi Irvandi Langgara menyayangkan jika betul terjadi hal demikian dan mengajak masyarakat untuk melaporkan jika mendapati Pendamping PKH nakal.

Pihaknya berjanji akan memberi teguran kepada pihak bersangkutan jika melakukan intimidasi politik. Serta akan melaporkannya ke Kemensos RI.

"Silahkan dilaporkan ke kami, kami akan tindaklanjuti. Sebab kami sudah ingatkan agar semua pendamping PKH tidak berpolitik praktis," katanya.

Dia juga mengklarifikasi salah satu mantan pendamping PKH yang kini ikut bertarung pada bursa Pileg 2019. "Ada memang yang ikut di Pileg, tapi dia sudah mengundurkan diri," ujarnya.(*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved