Husnawaty Dicopot Sebagai Kabid GTK Dinas Pendidikan Pangkep

Husnawaty adalah tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus pungli tunjangan Daerah Terpencil (Dacil) tahun 2018

Husnawaty Dicopot Sebagai Kabid GTK Dinas Pendidikan Pangkep
munjiyah/tribunpangkep.com
Ruangan kerja Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pangkep, Husnawaty, digeledah penyidik Unit Tipikor Polres Pangkep, Rabu (18/7/2018). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid mengatakan telah mencabut jabatan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) dari Husnawaty.

Husnawaty adalah tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus pungli tunjangan Daerah Terpencil (Dacil) tahun 2018 yang saat ini menjadi tahanan kota.

"Sudah saya cabut statusnya dari Kepala Bidang GTK dan saya perintahkan Kepala Dinas Pendidikan Pangkep sebagai pelaksana harian (Plh) Kabid GTK,"ujar Syamsuddin.

Dia menambahkan, secepatnya posisi jabatan kepala bidang GTK segera akan diisi.

"Iya pasti adaji gantinya, tapi saya seleksi dulu karena saya tidak mau kejadiannya seperti yang lama," jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan berkas tersangka kasus pungli tunjangan daerah terpencil (Dacil) tahun 2018, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pangkep, Husnawaty sudah dilimpahkan tahap ke dua ke Kejari Pangkep, Senin (13/8/2018).

Rabu (18/7/2018) ruangan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pangkep, Husnawaty digeledah penyidik Unit Tipikor Polres Pangkep di Kantor Dinas Pendidikan Pangkep, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Penggeledahan ini buntut Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kabid GTK Husnawaty sehari sebelumnya, Selasa (17/7/2018).

Husnawaty diciduk saat menerima uang Pungutan Liar (Pungli) dari guru SD penerima tunjangan daerah terpencil (Dacil) pencairan 2018 wilayah kepulauan.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di ruangannya, polisi mengamankan uang Rp 900 ribu dan di rumahnya Rp 7 juta.

Tunjangan guru Dacil yang diterima tersangka Kabid GTK antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per guru. 

Husnawaty terkena UU Tipikor pasal 11 UU nomor 30 dengan ancaman minimal 1 tahun penjara.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved