Farhat Abbas: Yang Pilih Jokowi Masuk Surga, Yang Gak Pilih Bakal Masuk Neraka!

Farhat Abbas terus melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversi sejak dipercaya menjadi salah satu juru bicara pasangan Jokowi-Maruf Amin

Farhat Abbas: Yang Pilih Jokowi Masuk Surga, Yang Gak Pilih Bakal Masuk Neraka!
Farhat Abbas 

Farhat Abbas: Yang Pilih Jokowi Masuk Surga, Yang Gak Pilih Bakal Masuk Neraka!

TRIBUN-TIMUR.COM - Farhat Abbas terus melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversi sejak dipercaya menjadi salah satu juru bicara pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Terbaru Farhat mengungkapkan jika Jokowi adalah presiden yang bakal menuntun Indonesia masuk surga.

Sebaliknya bagi mereka yang tak memilih jokowi justru bakal masuk neraka.

"Yang Pilih Pak Jokowi Masuk Surga !

Yang Gak Pilih Pak Jokowi dan Yang Menghina, Fitnah & Nyinyirin Pak Jokowi !

Bakal Masuk Neraka ! ( jubir-Indonesia)," tulis farhat di akun instagramnya @farhatabbastv226.

Sontak unggahan ini memantik reaksi dari warganet.

Dominan netter mengecam pernyataan farhat itu.

zakialatas26Gilaaaa2 udah kaya isis, Yg gk ikut kereka MASUK NERAKA!!! Hebaat amat lu bas bisa tau surga Nerakanya org

jokowi_youngHahahahaa .... aduuh udah keblingerr nih ... ngejilat nya yg santun donk nyettt ... surga lu bawa2 ... kasian si @jokowi yg beginian disuruh ngebacot jd jubir .... suruh jd tukang kebun di istana aj si farhat p*ler mah

putry_iduyMasuk Syurga Apa Enggaknya..Tergantung amal, ibadah Seseorang...Bukan Begituh

aldy_aprilianSehat mas?, setau gw yg nentuin masuk surga apa neraka nya itu amalan selago hidup dah, buka nya hasil coblos si anu.

Baca: Sebut yang Tak Pilih Jokowi Bakal Masuk Neraka, Kini Farhat Abbas Dapat Celakanya

Ungkap beda perilaku Jokowi dengan Sandiaga Uno saat ke rumah istri Gus Dur

Pada postingan lainnya Farhat Abbas mngungkapkan bedanya antara Jokowi dengan Sandiaga Uno saat ke rumah istri Gus Dur.

Menurut farhat saat bertamu ke rumah istri almarhum Gus Dur,  jokowi menyantap bubur yang disediakan tuan rumah untuk menghormati.

Sementara Sandiaga Uno, kata farhat, tak menyantap tempe yang disediakan tuan rumah dengan alasan sedang berpuasa.

Menurut farhat seharusnya Sandi menghormati pemilik rumah.

"Puasa yg baik adalah puasa Menahan hausa nafsu jabatan," sindir Farhat.

Farhat jadi Jubir, ayahnya dapat bintang kehormatan dari Jokowi

Pengacara kondang, Farhat Abbas, diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi juru bicara untuk melawan kritikan kubu oposisi, Fadli Zon.

Farhat Abbas menyatakan hal tersebut di sela kegiatan pembekalan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Maruf, di Jakarta, Senin (13/8/2018) lalu.

"Saya disiapkan partai untuk menghadapi kritik dari Fadli Zon," ujar bakal calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, seperti dikutip TribunWow dari Kompas.com.

 

Sebagai juru bicara TKN Jokowi-Maruf, Farhat berupaya untuk memenangkan pasangan capres-cawapres Jokowi-Maruf.

Farhat mengaku siap meluruskan pandangan-pandangan yang tidak benar, yang bisa menyerang Jokowi.

Baca: Foto-foto Cantiknya Anneesha Atheera Putri Sandiaga Uno yang Sempat Dijodohkan dengan Putra Ahok

"Kalau ada pihak-pihak yang berpandangan kurang lurus, saya siap untuk meluruskannya," ucapnya.

Farhat melihat, pemerintahan Presiden Joko Widodo banyak memiliki keberhasilan dalam pembangunan, namun sering muncul kritik yang elementer dan mendiskreditkan pemerintah.

Farhat Abbas juga menyatakan siap untuk menghadapi kritikan-kritikan yang dilontarkan oleh Fadli Zon.

Usai mendapat kepastian jadi Jubir, Farhat Abbas kembali mendapat kabar gembira.

Hari ini Rabu (15/8/2018), ayahnya Abbas Saiddiundang ke istana negara.

Abbas Said yang merupakan Wakil Ketua Komisi Yudisial 2013-2015 mendapat Bintang Mahaputera Nararyadari Presiden Jokowi.

Penganugrahan ini merupakan tanda kehormatan terhadap tokoh yang dianggap berjasa bagi Indonesia di bidangnya masing-masing.

Ada lima kategori tanda kehormatan yang diberikan Jokowi yakni Bintang Mahaputra Utama, Bintang Mahaputra Nararya, Bintang Jasa Pratama, Bintang Jasa Nararya dan Bintang Budaya Parama Dharma. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hadir dalam acara itu.

 

Selain itu sejumlah menteri dan pejabat juga hadir seperti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menko Polhukam Wiranto, Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Menhan Ryamizard Ryacudu.

pemberian bintang kehormatan di istana negara
pemberian bintang kehormatan di istana negara (Tribunnews)

Berikut nama tokoh yang mendapatkan tanda kehormatan dari Jokowi:

1. Bintang Mahaputra Utama:

-Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Anggota DPD RI periode 2009-2014 dan 2014-2017

2. Bintang Mahaputera Nararya:

- Dato Sri Tahir, Founder dan CEO Mayapada - Abbas Said, Wakil Ketua Komisi Yudisial 2013-2015 - Abdul Haris Semendawai, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban 2008-2018

3. Bintang Jasa Pratama: -

Sumarsono, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri

4. Bintang Jasa Nararya:

- Khairul Alam, Karoum Kemenkopolhukam

5. Bintang Budaya Parama Dharma:

- Almarhum R.J. Katamsi, seniman - R.M Soedarsono, seniman

Profil Abbas Said

Dr. H. Abbas Said, S. H., M. H. lahir di Kolaka, Sulawesi Tenggara, 3 April 1944

Karier hakim sudah dijalaninya ayah tujuh anak di berbagai daerah sejak tahun 1966 hingga menjadi hakim agung tahun 2004. Jabatan sebagai hakim agung diembannya hingga menduduki jabatan sebagai Anggota Komisi Yudisial periode 2010-2015.

Ketua Bidang Pencegahan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Yudisial yang naik menjadi Wakil Ketua Komisi Yudisial ini meniti karier dari bawah sebagai acting hakim dengan tugas sebagai panitera penganti sejak setelah lulus dari Sekolah Jaksa dan Hakim Negara tahun 1965.

Dengan demikian, hingga menduduki jabatan sebagai hakim agung, ia sudah 45 tahun menjadi bagian dari peradilan di Indonesia untuk mengabdikan hidupnya untuk keadilan dan kebenaran.

Semangat untuk melanjutkan pendidikan juga tidak pernah pudar dari mantan Ketua Pengadilan Tinggi Riau ini.

Di sela-sela waktu bekerja sebagai acting hakim dan hakim, menyempatkan menyelesaikan kuliah Strata 1 pada tahun 1969 dan Strata 2 pada tahun 2008.

Bahkan, saat ini tercatat sebagai salah satu mahasiswa aktif progam Doktoral Pasca Sarjana Universitas Padjajaran. (Ilham Arsyam/Tribun Timur)

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved