Diperiksa Terkait Fee 30 Persen, Begini Respon Legislator Makassar

Sejumlah legislatornya diperiksa atas dugaan menerima fee atau uang jasa sebesar 30 persen dari camat dan satuan kerja perangkat

Diperiksa Terkait Fee 30 Persen, Begini Respon Legislator Makassar
Tribun Timur/Edi Sumardi
Suasana gaduh di Kantor DPRD Makassar, Senin (19/9/2011)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dirundung masalah.

Sejumlah legislatornya diperiksa atas dugaan menerima fee atau uang jasa sebesar 30 persen dari camat dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar belum lama ini.

Terkait kasus fee 30 persen itu, sejumlah anggota DPRD Makassar yang namanya disebut-sebut sudah diperiksa penyidik Polda Sulsel dan atau penyidik Bareskrim Mabes Polri memilih diam.

Namun, ada yang nyengir dan tersenyum saat dikonfirmasi melalui via pesan Whatsapp. Mereka tak menjawab pertanyaan Tribun Timur, Senin (10/9/2018) malam.

Sebut saja Ketua Komisi A DPRD Makassar Abdi Asmara. Dia memilih tersenyum. Sementara Abdul Wahab Tahir nyengir. Sementara dua Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali serta Rudianto Lallo memilih diam dan tidak menjawab.

Sedangkan Susuman Halim, Mesakh Raymond Rantepadang, Mario David, dan Busranuddin Baso Tika tidak merespon. Nama lain diduga telah ikut diperiksa adalah Lisdayanti Sabri, Jufri Pabe, Haslinda, Zaenal Dg Beta, Andi Hasir, Syarifuddin Badollahi, William Lauri, Andi Vivin Sukmasari, Rahman Pina, dan Supratman.

Kasus dugaan korupsi ‘berjamaah’ itu kini ditangani penyidik Bareskrim Mabes Polri. Dugaan pemotongan fee 30 persen dana kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tahun anggaran 2017 lalu itu juga telah menggiring belasan nama anggota DPRD Makassar sebagai saksi dan sudah diperiksa.

Kasus fee 30 persen yang ditandatangani penyidik Bareskrim Mabes Polri merupakan pelimpahan kasus penyidikan Ditreskrimsus Polda Sulsel. Sejak kasus itu bergulir, baik penyidik Polda maupun Mabes Polri, belum menetapkan seorang pun sabagai tersangka.

Padahal, dalam kasus fee 30 persen tersebut, penyidik Polda Sulsel sebelumnya telah memeriksa puluhan saksi. Baik camat, bendahara camat se-Makassar maupun Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help