Rupiah Melemah, Penjualan Rumah Komersil Sepi

Ia pun berharap relaksasi dari perbankan, bunga diturunkan, biaya provisi dan administrasi diturunkan, KPR inden, DP 0 persen

Rupiah Melemah, Penjualan Rumah Komersil Sepi
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Teller bank Bank Central Asia (BCA) menghitung uang pecahan 100 dolar AS di Bank BCA jl Ahmad Yani, Makassar. Nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dollar beberapa bulan terakhir terus mengalami pelemahan 

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR -Nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dollar beberapa bulan terakhir terus mengalami pelemahan. Kondisi tersebut berdapkan pada industri properti di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal tersebut diungkapkan Direktur CV Benteng Kupa Development, Ismail Manda yang dikonfirmasi Tribun Timur terkait dampak pelemahan rupiha terhadap dollar di sektor properti.

"Sangat berpengaruh. Penurunan penjualan rumah komersil sampai 40 persen. Kalau rumah subsidi tidak ada pengaruhnya," kata Ismail Manda yang juga pengurus Asosiasi Pengembang Indonesia (PI).

Ia menambahkan bahwa harga rumah tidak naik, tapi suku bunga dari perbankan ada kenaikan sehingga harga rumah Rp 450 juta keatas penjualannya agak sepi sejak kurs rupiah melemah.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq bahwa pelemahan rupiah menyebabkan penurunan daya beli masyarakat baik di properti maupun di sektor lain.

"Terjadi sedikit penurunan daya beli karena otomatis selain material rumah kebutuhan sehari-hari juga ikut naik terkhusus yang import," kata M Sadiq melihat pelemahan rupiah.

Ia pun berharap relaksasi dari perbankan, bunga diturunkan, biaya provisi dan administrasi diturunkan, KPR inden, DP 0 persen, perijinan dipercepat, biaya-biaya legal yang berhubungan jual beli diturunkan.

Hal tersebut diharapkan dapat membuat industri properti tetap bergairah meski kondisi ekonomi kurang stabil dengan melemahnya rupiah terhadap dollar.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved