Polda Sulsel Bidik Tiga Kasus Korupsi di Bone

Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel membidik tiga kasus dugaan kuat korupsi di Kabupaten Bone.

Polda Sulsel Bidik Tiga Kasus Korupsi di Bone
justang/tribunbone.com
Tugu Kota Kelahiran JK di Jalan Poros Bone-Makassar, Kecamatan Tanete Riattang Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel membidik tiga kasus dugaan kuat korupsi di Kabupaten Bone.

Ketiga dugaan kuat kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) itu, kasus tugu gerbang kota atau tugu Jusuf Kalla (JK), proyek rumput laut, dan juga proyek air mancur.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Yudha Wirajati mengaku, saat ini penyidik sementara melengkapi berkas dari kesaksian para saksi-saksi.

"Kita lengkapi dulu keterangan mereka, ada tiga kasus dugaan mark up disana (Bone)," ungkap Yudha saat ditemui di Polda Sulsel, Senin (10/9/2018) sore.

Baca: Tugu JK, Lokasi Ngabuburit Asyik di Bone

Kasus Pabrik Rumput Laut Cenrana, Kabupaten Bone memakan anggaran APBN Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Rp 16,2 miliar.

Proyek Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ini telah memerika saksi-saksi seperti, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bone, Wahida dan saksi lain.

Anggaran yang dikelola 2017 menyeret beberapa saksi lain juga, pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), juga pejabat pembuat komitmen (Ppk) dan rekanan.

Lalu pada kasus Tugu JK diketahui dari APBD Kabupaten Bone ini, memakan anggaran Rp 2,7 miliar, kemudian kasus Air Mancur Rp 4 miliar, tapi di kontrak Rp 2 miliar.

Kata Kompol Yudha Wirajati, tiga kasus ini sudah banyak saksi yang memberikan keterangan ke tim penyidik Polda dalam satu bulan terakhir ini secara maraton.

"Ada banyak saksi yang sidah diperiksa penyidik kami, ada dua puluh (20) saksi-saksi yang diperiksa. Untuk kerugiannya kita ekspos ke BPKP dulu," jelas Yudha.

Baca: Ada Dugaan Mark Up Proyek Menteri Susi, Kadis Kelautan Bone Penuhi Panggilan Polda Sulsel

Yudha menyebutkan, setelah nantinya diekspos ke pihak Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP), setelah itu baru akan dinaikan ke proses Sidik.

"Selama ini kan baru proses klarifikasi dari para saksi, kalau sudah naik sidik baru kita memanggil kembali mereka baru setelah itu penetapan," jelas Yudha.

Yudha menambahkan, pihaknya belum bisa berjanji menetapkan tersangka dari tiga kasus itu. Namun, menurutnya tiga kasua itu terindikasi punya mark up.

"Semua kasus di Bone sudah kita cek fiaiknya dan disitu ada mark up, dan itu tidak sesuai dengan spesifikasi. Pastinya nant lihat progresnya," tambahnya.(dal)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help