OPINI

OPINI - Ekonomi Umat Poros Baru Menguatkan Rupiah

Penulis adalah peneliti Pusat Studi Bencana IPB/Koordinator Nasional Indonesian Food Watch

OPINI - Ekonomi Umat Poros Baru Menguatkan Rupiah
Pri Menix Dey 

Artinya, sektor lainya harus memacu produksi untuk ke pasar ekspor agar perekonomian negara semakin kokoh. Negara pun semakin disegani dunia.

Solusi Penguatan Rupiah

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa salah satu upaya menguatkan nilai tukar rupiah yakni dengan meningkatkan kinerja ekspor di tengah penguatan dolar AS. Artinya kebijakan yang mendorong ekspor mau tidak mau harus terus didukung dan diprioritaskan. Sebaliknya, kebijakan yang mendorong impor harus menjadi musuh bersama.

Di sisi lain, program pemerintah harus fokus meningkatkan daya beli petani. Membangkitkan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat khususnya petani menjadi salah satu terobosan dalam mengerek daya beli.

Program yang sifatnya hanya sebatas pemberian bantuan secara cepat dan tepat sasaran yang langsung ke petani, seyogyanya harus dibarengi dengan program ekonomi kerakyatan.

Yakni yang mampu membuat petani dapat memproduksi bahan pangan secara mandiri dan berkelanjutan serta menjadikan petani sekaligus sebagai pelaku usaha agribisnis sendiri.

Namun demikian, pada akhir Juli 2018, pemerintah melalui Kementerian Pertanian bersama MUI telah meluncurkan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis pondok pesantren menuju lumbung pangan dunia.

Pondok pesantren akan menjadi motor penggerak ekonomi petani. Tidak hanya menjamin ketersediaan input produksi, tetapi juga menjadikan produk pangan petani memiliki daya saing di pasar modern bahkan ekspor.

Jika ini yang terjadi, daya beli masyarakan meningkat dan perputaran uang dalam negeri pun meningkat. Ekspor pun meningkat tentu berdampak pada meningkatnya cadangan devisa. Semakin besar devisa yang masuk di Indonesia akan membuat nilai rupiah akan semakin kuat.

Dengan demikian, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini perlahan akan segera redam. Dengan catatan, program ekonomi umat di bidang pertanian dalam beberapa bulan ke depan sudah mulai memberikan hasil untuk penguatan ekonomi nasional.

Akan tetapi, jika semua pihak bergerak mensukseskan program ekonomi umat yang tidak hanya di sektor pangan, tetapi juga di sektor mikro lainnya, sebuah keniscayaan pertumbuhan ekonomi nasional bisa dicapai dalam kurun waktu lebih cepat. (*)

Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help