OPINI

OPINI - Ekonomi Umat Poros Baru Menguatkan Rupiah

Penulis adalah peneliti Pusat Studi Bencana IPB/Koordinator Nasional Indonesian Food Watch

OPINI - Ekonomi Umat Poros Baru Menguatkan Rupiah
Pri Menix Dey 

Tidak hanya tepat dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, tapi juga menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat di tingkat dunia. investasi di sektor pertanian, dari sebelumnya Rp 23 triliun, kini menjadi Rp 46 triliun.

Sejak 2015, Kementerian Pertanian giat meningkatkan produksi pangan strategis. Misalnya melalui program Upaya Khusus padi, jagung dan kedelai.

Bahkan mengembangkan kawasan cabai dan bawang merah di luar Jawa. Seperti di Solok, Tapin, Enrekang, Bima, Lombok Timur dan lainnya. Sehingga, pasokan di Luar Jawa tidak lagi tergantung dari sentra di Jawa.

Hasilnya, mulai tahun 2016 pemerintah menyetop total impor beras, cabai dan bawang merah. Sejak 2017, Kementerian Pertanian kembali menghentikan impor jagung. Prestasi ini menjadikan Indonesia mampu membalikkan keadaan dengan mengekspor bawang merah dan jagung ke beberapa negara Asean.

Sepanjang tahun 2018, Indonesia telah mengekspor bawang merah 5.600 ton dan diprediksi total ekspor bawang merah 15.000 ton. Di tahun 2018 ini pun Indonesia banyak mengekspor tanaman hias ke Eropa, Singapore dan negara lainnya.

Indonesia pun telah ekspor baby buncis super ke Singapore. Adapun ekspor baby buncis setiap tahunnya mencapai 600 hingga 900 ton.

Baru-baru ini pun Kementan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) terkait Stabilisasi Ketersediaan Pasokan Pangan dan Percepatan Ekspor Komoditas Pertanian.

Bersama KADIN langsung ekspor manggis ke Tiongkok dan bibit ayam petelur ke Timor Leste. Negara tujuan ekspor ke depan akan terus ditambah.

Data BPS yang dirilis 6 Agustus 2018 pun menunjukkan kontribusi sektor pertanian dalam menyumbang pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada Triwulan II 2018 dibandingkan Triwulan I 2018 sebesar 9,93% (q to q). Kontribusi sektor pertanian ini merupakan yang tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan yang hanya 3,37% dan jasa lainya hanya 3,30%.

Tak ayal, Presiden Jokowi pun pernah menghembuskan pujian akan torehan keberhasilan pembangunan pertanian. Karenanya, Jokowi meminta agar capaian ekspor produk pertanian menjadi contoh untuk sektor lainnya.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help