OPINI

OPINI - Ekonomi Umat Poros Baru Menguatkan Rupiah

Penulis adalah peneliti Pusat Studi Bencana IPB/Koordinator Nasional Indonesian Food Watch

OPINI - Ekonomi Umat Poros Baru Menguatkan Rupiah
Pri Menix Dey 

Karena itu, cibiran dari beberapa pengamat ekonomi terkemuka mengalir deras terhadap kebijakan impor yang akhir-akhir sering dilakukan Kementerian Perdagangan. Tak main-main, impor pun dilakukan di tengah pasokan pangan dalam negeri masih dalam zona aman.

Pengamat ekonomi senior, Rizal Ramli melontarkan pernyataan pedas saat dihubungi presenter TV One dalam acara Indonesia Busines Forum yang membahas anjloknya nilai tukar rupah terhadap dollar AS.

Pengamat yang dikenal berani dan blak-blakan melontarkan kritik ini menilai kebijakan Kementerian Perdagangan saat ini yakni melebihkan impor garam 1,5 juta ton, impor gula ditambahkan 2 juta ton, impor beras ditambah 1 juta ton dan kebijakannya yang secara makro yang doyan impor menjadi pemicu kehancuran rupiah.

Petani semakin menjerit akibatnya roda perekonomian dalam negeri lumpuh. Mereka tidak memiliki uang untuk melakukan aktivitas ekonomi.

Menurut konsep klasik dari Kuznets dalam Todaro (2000), sektor pertanian mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional negara berkembang. Peran tersebut diwujudkan dalam bentuk sumbangan produk, sumbangan pasar dan sumbangan faktor produksi dan sumbangan devisa.

Ketangguhan sektor industri akan semakin kokoh apabila didukung oleh berkembangnya sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan, sehingga nampak keterkaitan antara pertanian, industri dan jasa (Badan Agribisnis, 2000).

Dengan demikian, merujuk pada analisis dan teori di atas, dapat disimpulkan beberapa catatan penting dalam sejarah Indonesia.

Pertama, terlepas dari opini yang berkembang bahwa melemahnya nilai mata uang Garuda turut andil dari krisis Argentina dan Turki, tapi kebijakan impor Kementerian Perdagangan lagi-lagi patut menjadi biang kerok melemahnya nilar tukar rupiah terhadap dollar.

Pasalnya, jika kebijakan yang on the right track menggenjot ekspor, mau ada gonjangan apapun, nilai mata uang Indonesia tidak akan lemah.

Kedua, kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang programnya menyentuh langsung petani, memerangi mafia pangan, tidak suka impor dan tak pernah bosan melakukan ekspor serta mendorong investasi merupakan kebijakan yang tepat.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved