Hukum Merayakan Tahun Baru Islam, ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad pada Mereka yang Bilang Bid'ah

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah jatuh pada Selasa 11 September 2018.

Hukum Merayakan Tahun Baru Islam, ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad pada Mereka yang Bilang Bid'ah
Ustadz Abdul Somad 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah jatuh pada Selasa 11 September 2018.

Di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat ramai-ramai memperingati Tahun baru Islam 1 Muharram dengan berbagai kegiatan. Mulai dari mengaji bersama, pawai obor, atau acara lainnya.

Namun di sisi lain, peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram masih jadi perdebatan. Ada yang mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram adalah bid'ah, ada pula yang berpendapat sebaliknya.

 

Sebagai informasi, bid'ah secara bahasa mempunyai arti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya, seperti dilansir dari islam.or.id.

Al Imam Asy Syatibi dalam Al I’tishom menjelaskan, ada dua definisi bid'ah, yaitu yang berkaitan dengan ibadah dan tradisi.

Definisi bid'ah khusus ibadah adalah suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

Sedangkan pengertian bid'ah untuk hal adat, yaitu suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) dan menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika melakukan (adat tersebut) adalah sebagaimana niat ketika menjalani syari’at (yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah). (Al I’tishom, 1/26, Asy Syamilah).

Kembali pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram, apakah bi'ah?

Bukannya kalender hijriah baru ada di zaman Khalifah Umar Radhiyallahu'anhu?

Terkait hal tersebut, Ustaz Abdul Somad punya penjelasan.

Halaman
1234
Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved