Empat Mantan Pimpinan DPRD Sulbar Divonis Bebas

Berdasarkan hasil putusan sidang yang dibacakan oleh ketua Pengadilan Negeri Mamuju, Beslin Sihombing, selaku ketua majelis hakim

Empat Mantan Pimpinan DPRD Sulbar Divonis Bebas
nurhadi/tribunsulbar.com
Mantan wakil ketua DPRD Sulawesi Barat, H Hamzah Hapati Hasan, terdakwa perkara dugaan tindak pidana korupsi APBD Sulbar 2016, menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Mamuju, Jl AP Pettarani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Selatan, Senin (10/9/2018). 

"Selanjutnya saya selaku anggota DPRD Sulbar, akan kembali berkantor pekan ini melaksanakan tugas saya sesuai dengan Tupoksi DPRD. Insyaallah Rabu (12/9) saya akan masuk kantor, karena besok adalah tanggal merah,"tuturnya menambahkan.

Sementara Hamzah Hapati Hasan tak memberikan banyak komentar saat keluar dari ruangan persidangan. "Saya cukup menyampaikan rasa syukur, Alhamdulillah atas putusan hari ini,"kata politisi senior partai Golkar Sulbar itu.

Kemudian Munandar Wijaya yang mengakui jabatan pimpinan DPRD Sulawesi Barat, masih melekat pada diri, juga mengatakan, akan segera kembali berkantor melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat.

"Saya kira kita tetap menunggu putusan hukum tetap, yang jelas soal aktivitas karena saya masih pimpinan, berarti saya akan kembali berkantor, hari Rabu Insyaallah saya sudah masuk,"kata Munandar.

"Yang pertama saya beryukur kepada Allah SWT yang memberikan Rahmat kepada kami berempat, kemudian yang kedua kami apresiasi majelis hakim yang memutuskan perkara ini dengan adil,"ujar H. Harun menambahkan.

Pantauan TribunSulbar.com, teraikan takbir dengan lantang terdengan dari dalam dan luar ruangan persidangan, mengiringi empat terdakwa kembali ke dalam mobil tahanan kejaksaan untuk selanjutnya kembali di bawa ke Rutan Kelas IIB Mamuju.

Tanggapan penasehat hukum

Penasehat hukumnya Arfan Halim mengatakan, pihaknya menilai petusan itu merupakan putusan yang sangat adil sesuai dengan fakta persidangan yang ada.

"Tapi nantilah kita lihat ke depannya saja, karena putusan ini juga belum berkekuatan hukum tetap karena JPU masih pikir-pikir,"kata Arfan.

Sementara penasehat hukum Munandar Wijaya dan H.Harun Hijrah Thalib mengatakan, putusan tersebut sangat adil, dan menilai majelis hakim masih tetap memegang pemeo hukum, bahwa sekalipun langit akan tuntuh keadilan tetap ditegakkan.

Halaman
1234
Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved