Musim Kemarau, Damkar Gowa Imbau Warga Tak Bakar Sampah di Sembarang Tempat

Api yang menjilat semak belukar berhasil dipadamkan dua armada Dinas Damkar Gowa.

Musim Kemarau, Damkar Gowa Imbau Warga Tak Bakar Sampah di Sembarang Tempat
HANDOVER
Lahan seluas 30 are milik PT ABP di Dusun Lantebung Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulsel, Dilaalp api, Minggu (9/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Lahan seluas 30 are milik PT ABP di Dusun Lantebung Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulsel, Dilaalp api, Minggu (9/9/2018).

Lahan itu tidak jauh dari pemukiman warga.

Api yang menjilat semak belukar berhasil dipadamkan dua armada Dinas Damkar Gowa.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca: Dekranasda Gowa Bawa Pulang Empat Piala Pameran Kerajinan Nasiona Daerah

Hingga kini belum diketahui sumber api, namun masyarakat sekitar menduga karena pembakaran sampah oleh seorang warga.

"Iya untung hanya semak yang terbakar. Kami belum dapat informasi akurat tentang sumber api namun yang jelas kami imbau masyarakat lebih waspada jika akan membakar sampah karena sekarang adalah puncak kemarau dan gampang sekali terjadi kebakaran," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Gowa, Mustamin.

Dari data, kebakaran lahan sudah dua kali terjadi di Kecamatan Bontomarannu.

Dan kasus lainnya karena sengaja dibakar, yaitu di PT Hilon Bontomarannu.

"Yang terjadi di dekat Pesantren Manggarupi juga terkesan disengaja. Karena awalnya bakar sampah pada lahan kosong lalu tidak bisa kendalikan lagi akhirnya membesar dan menjalar kemana-mana. Yah, rata-rata karena mau bakar sampah," lanjutnya.

Karena itu pihak Damkar mengimbau agar tidak membakar sampah dalam kondisi volume besar.

Baca: Kendaraan Penambang Rusak Sawah Petani Bontotangga Maros, Begini Curhat Petani

"Dan kalau mau membakar sampah harus persiapkan dulu apa yang bisa dijadikan pemadam kecil misalnya air dan kelengkapan lainnya jika sewaktu-waktu api tidan bisa dikendalikan," jelasnya.

Masyarakat juga diminta mengedepankan waspada di musim kemarau.

Terutama hati-hati penggunaan lilin, obat nyamuk bakar, kompor (saat memasak), sambungan kabel listrik, charger dan benda elektronik lainnya.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help