Mesranya Mentan RI dengan Wagub Sulsel di Dies Natalis ke-62 Unhas, NA Saksinya

Andi Sudirman Sulaiman terlihat beda dari suasana sebelumnya. Ia banyak tersenyum kepada Mentan yang juga kakak kandungnya.

Mesranya Mentan RI dengan Wagub Sulsel di Dies Natalis ke-62 Unhas, NA Saksinya
saldy/tribun-timur.com
Sivitas Universitas Hasanuddin menggelar Family Gathering dan Jalan Santai dalam rangka Dies Natalis ke-62 Unhas, Minggu (9/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sivitas Universitas Hasanuddin menggelar Family Gathering dan Jalan Santai dalam rangka Dies Natalis ke-62 Unhas, Minggu (9/9/2018).

Hadir dalam kesempatan itu Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, serta sejumlah guru besar.

Dalam acara tersebut, mereka tersenyum, tertawa, serta saling berbincang tentang 'kampus merah' Unhas.

Andi Sudirman Sulaiman terlihat beda dari suasana sebelumnya. Ia banyak tersenyum kepada Mentan yang juga kakak kandungnya.

Baca: Menteri Amran Hadiri Family Gathering Dies Natalis ke-62 Unhas

Baca: Rayakan Dies Natalis ke 58, Fakultas Teknik Unhas Gelar Open Campus, Acaranya? Baca Selengkapnya

Pertemuan Sudirman dan Amran adalah kali kedua terjadi setelah pelantikan di Istana Negara di Jakarta oleh Presiden RI Joko Widodo.

Amran menyaksikan adik kandungnya dilantik sebagai wakil gubernur Sulawesi Selatan pada pekan lalu. Pada kesempatan itu, Mentan Amran diberi kesempatan membawakan sambutan.

Ia menuturkan dirinya sebagai Menteri Pertanian kini berjalan empat tahun dan tentunya mewakili Unhas, selama kurun waktu ini, banyak capaian yang diraih, baik dikancah nasional maupun internasional.

“Pertama, kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto pada Triwulan II 2018 dibandingkan Triwulan I 2018 sebesar 9,93 persen (q to q). Kontribusi ini tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan dan sektor lainya,” tuturnya.

Kedua, lanjut Amran, dari data BPS, total ekspor pertanian di 2017 mencapai Rp 441 triliun atau naik 24,47 % dibandingkan 2016 yang hanya Rp 355 triliun. Tak hanya itu, program Kementan pun berhasil menurunkan angka kemiskinan.

Pada Maret 2018 persentase penduduk miskin di Indonesia turun 0,30% (630 ribu orang) menjadi 9,82% (25,95 juta orang), yang awalnya sebesar 10,12% (26,58 juta orang) pada September 2017.

“The Economist Intelligence Unit (EIU) merilis riset tentang ketahanan pangan setiap negara di dunia dalam Global Food Sustainability Index. Dalam riset tersebut, Indonesia tercatat menduduki posisi 21 dari 133 negara yang diteliti. Peringkat ini sekaligus membawa Indonesia naik 50 peringkat dari posisi tahun lalu, yakni 71. Dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia merupakan yang tertinggi,” katanya.

Ketiga, melakukan revolusi sehingga Rektor IPB pun menyampaikan Menteri Pertanian pemerintahaan sekarang radikal. Misalnya, telah menggulung mafia pangan yang kini mencapai 700 pelaku usaha masuk penjara.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved