Dies Natalis ke 62 Unhas

Menteri Amran Hadiri Family Gathering Dies Natalis ke-62 Unhas

Acara jalan santai dilepas pkl 06.30 oleh Mentan bersama Rektor Unhas dan Gubernur Sulsel yang baru dilantik.

Menteri Amran Hadiri Family Gathering Dies Natalis ke-62 Unhas
HANDOVER
Menteri Amran Hadiri Family Gathering Dies Natalis ke-62 Unhas 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu menilai Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merupakan alumni Unhas yang sukses dan patut dibanggakan.

“Terima kasih banyak atas kehadiran Pak Mentan. Kami bangga sudah banyak alumni Unhas yang berhasil,” demikian dikatakan Prof. Dwia pada acara Family Gathering dan Jalan Santai dalam rangka Dies Natalis Ke-62 Unhas. Hadir Mentan Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur, Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Unhas. Mentan Amran tiba di lokasi pukul 06.15 WITA.
Acara jalan santai dilepas pkl 06.30 oleh Mentan bersama Rektor Unhas dan Gubernur Sulsel yang baru dilantik.

Senada, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah juga mengatakan Menteri Amran merupakan bintang dari timur di kancah nasional dan fighter dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengutamakan kepentingan petani. Sehingga, menjadi tugas bersama untuk mendukung keberhasilan program Kementan saat ini.

“Berkah dari Unhas, ada pak JK, bintang timur Pak Mentan, Dirjen-Dirjen dan lain-lain. Kalau Nurdin berhasil, nama baik Unhas yang baik tapi juga sebaliknya. Untuk itu silaturahim dan kerjasama untuk saling dijaga,” ucapnya.

“Tidak ada Menteri yang fighter seperti pak Amran, kita bangga dengan beliau. Tugas kita mari dukung program-program beliau,” tambahnya.

Menteri Amran menuturkan dirinya sebagai Menteri Pertanian kini berjalan empat tahun dan tentunya mewakili Unhas. Selama kurun waktu ini, banyak capaian yang diraih, baik di kancah nasional maupun internasional.

“Pertama, kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto pada Triwulan II 2018 dibandingkan Triwulan I 2018 sebesar 9,93 persen (q to q). Kontribusi ini tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan dan sektor lainya,” tuturnya.

Kedua, lanjut Amran, dari data BPS, total ekspor pertanian di 2017 mencapai Rp 441 triliun atau naik 24,47 % dibandingkan 2016 yang hanya Rp 355 triliun. Tak hanya itu, program Kementan pun berhasil menurunkan angka kemiskinan. Pada Maret 2018 persentase penduduk miskin di Indonesia turun 0,30% (630 ribu orang) menjadi 9,82% (25,95 juta orang), yang awalnya sebesar 10,12% (26,58 juta orang) pada September 2017.

“The Economist Intelligence Unit (EIU) merilis riset tentang ketahanan pangan setiap negara di dunia dalam Global Food Sustainability Index. Dalam riset tersebut, Indonesia tercatat menduduki posisi 21 dari 133 negara yang diteliti. Peringkat ini sekaligus membawa Indonesia naik 50 peringkat dari posisi tahun lalu, yakni 71. Dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia merupakan yang tertinggi,” sebutnya.

Halaman
12
Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help