Kendaraan Penambang Rusak Sawah Petani Bontotangga Maros, Begini Curhat Petani

Sawah Makkawaru dan beberapa petani lainnya rusak lantaran dilintasi sekitar 70 unit truk pengangkut tanah setiap hari.

Kendaraan Penambang Rusak Sawah Petani Bontotangga Maros, Begini Curhat Petani
Ansar/tribunmaros.com
Petani di Dusun Bontotangga, Desa Allaere, Kecamatan Tanralili, Maros, Andi Makkawaru, keberatan lantaran sawahnya dirusak kendaraan penambang, Minggu (9/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Petani di Dusun Bontotangga, Desa Allaere, Kecamatan Tanralili, Maros, Andi Makkawaru, keberatan lantaran sawahnya dirusak kendaraan penambang, Minggu (9/9/2018).

Sawah Makkawaru dan beberapa petani lainnya rusak lantaran dilintasi sekitar 70 unit truk pengangkut tanah setiap hari.

Makkawaru mengatakan, puluhan sawah yang dirusak pematangnya sekitar empat meter, untuk dilintasi truk. Pematang tersebut rata dengan dasar sawah.

"Sawah saya dirusak oleh penambang. Pematang dirusak untuk dilintasi truk. Setiap pematang yang dilintasi, dihilangkan sekitar empat meter," katanya.

Baca: Ambil Tabung di Maros, Warga Bone Jual Gas Elpiji 3 Kg Hingga Rp 30 ribu

Pengrusakan oleh pengusaha tambang, Colleng tersebut, dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada penggarap dan pemilik sawah.

Selain itu, Makkawaru juga tidak pernah diberikan ganti rungi.

Padahal sawahnya yang dilintasi sekitar 60 are. Pengusaha terkesan cuek melihat kerugian petani.

"Siapapun itu, kalau sawahnya dirusak oleh tambang, pasti keberatan. Petani tidak mendapat keuntungan akibat pengrusakan itu. Pematang sawah rusak secara cuma-cuma," katanya.

Truk tambang turun ke sawah, lantaran tidak ada akses penambang dari jalan poros Maccopa-Allaere ke lokasi tambang.

Baca: Polsek Camba Bantu Keluarga Bocah Tenggelam di Eks Tambang Dusun Salassa

Lokasi tambang berjarak sekitar satu kilometer dari jalan poros Desa.

Seharusnya, sebelum merusak, penambang meminta persetujuan petani.

"Itu bekas ban truk, pasti padat sekalimi. Kalau ditrakor saat musim hujan, pasti kita kesusahan. Bisa jadi, traktor petani juga rusak karena tidak mampu bongkar tanah padat itu," katanya.

Saat TribunMaros.com ke lokasi, tidak ada pihak tambang yang mau memberikan keterangan.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved