Ini Bentuk Sumbangan Dana Kampanye yang Bisa Diterima Peserta Pemilu

Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI hanya bisa menerima sumbangan dana senilai Rp 750 juta.

Ini Bentuk Sumbangan Dana Kampanye yang Bisa Diterima Peserta Pemilu
Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberi batasan maksimal sumbangan dana kampanye peserta pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Misalnya, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI hanya bisa menerima sumbangan dana senilai Rp 750 juta per orang.

Sementara sumber dana kampanye dari kelompok atau perusahaan hanya Rp 1,5 miliar.

Sedangkan sumbangan dana kampanye untuk calon presiden dan wakil presiden dari perseorangan Rp 2,5 miliar dan dari kelompok dan atau perusahaan senilai Rp 25 miliar.

Baca: KPU Toraja Utara Gelar Sosialisasi Kampanye Pemilu 2019

Baca: Bawaslu Enrekang Lakukan Pencarian Data Ganda di DPT Untuk Pemilu 2019

Hal sama juga berlaku bagi calon anggota (caleg) DPR RI dan DPRD provinsi. Yaitu perseorangan senilai Rp 2,5 miliar dan kelompok Rp 25 miliar.

Bentuk sumbangan dana kampanye dibagi tiga. Yakni dalam bentuk uang, barang, dan jasa. Uang dibagi lima jenis.

Yaitu, tunai, cek, bilyet giro, surat berharga, dan penerimaan melalui transaksi perbankan. Sementara barang dikategorikan dalam dua jenis, benda bergerak dan tidak bergerak.

Sedangkan sumbangan dana kampanye untuk jasa satu kategori, yakni pelayanan atau pekerjaan yang dilakukan pihak lain yang manfaatnya dinikmati peserta pemilu.

Oleh KPU, barang dan jasa dinilai dengan harga pasar yang wajar saat sumbangan diterima.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help