Distribusi Air PDAM Terhenti Dua Hari, Warga Bontoa Mandi Pakai Air Galon

Nadi mengaku terpaksa mengeluarkan uang kisaran Rp 20 ribu sehari untuk beli air, Minggu (9/9/2018).

Distribusi Air PDAM Terhenti Dua Hari, Warga Bontoa Mandi Pakai Air Galon
ANSAR/TRIBUN TIMUR
Air PDAM tidak mengalir 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Warga Kelurahan Bontoa, Mandai, Maros, khususnya di kompek Haji Banca I, dua hari berturut-turut tidak mendapat pasokan air dari PDAM.

Untuk menyisiati krisis air bersih tersebut, warga terpaksa menggunakan air galon yang dibeli dari toko.

Seorang warga, Nadi mengaku terpaksa mengeluarkan uang kisaran Rp 20 ribu sehari untuk beli air, Minggu (9/9/2018).

Air galon tersebut hanya digunakan sikat gigi, cuci piring dan buang air kecil.

Sementara, jika ingin digunakan mandi, warga harus membeli air dalam jumlah banyak.

"Kami ini kesusahan mendapat air dari PDAM. Setiap pagi, kami harus beli air minimal empat galon. Tidak ara pilihan lain, kecuali air galon," katanya.

Pelayanan PDAM yang tidak maksimal, menyusahkan dan merugikan warga. PDAM diminta untuk segera mendistribusikan air dengan normal.

"Biasanya, kalau distribusi air terganggu, paling pagi sampai tengah malam. Kalau subuh, air mengalir sekitar dua jam. Tapi kali ini, air tidak mengalir berturut-turut," katanya.

Dia berharap, PDAM segera mendistribusikan air dengan normal. Jika tidak, maka warga akan mengeluarkan uang dengan jumlah besar, untuk membeli air galon.

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help