Jadi Tersangka Pungli, Kabid GTK Dinas Pendidikan Pangkep Jadi Tahanan Kota

Selama menjadi tahanan kota, Husnawaty harus melapor sekali sepekan ke pihak berwajib sesuai aturan.

Jadi Tersangka Pungli, Kabid GTK Dinas Pendidikan Pangkep Jadi Tahanan Kota
munjiyah/tribunpangkep.com
Kasi Pidsus Kejari Pangkep, Andi Novi di Pangkajene 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Tersangka pungli tunjangan Daerah Terpencil (Dacil) tahun 2018, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pangkep, Husnawaty, menjadi tahanan kota.

"Iya sidang tahap pertama dilaksanakn pembacaan dakwaan dan dia jadi tahanan kota sesuai pasal 31 KUHP," kata Kasi Pidsus Kejari Pangkep, Andi Novi di Pangkajene, Sabtu (8/9/2018).

Selama menjadi tahanan kota, Husnawaty harus melapor sekali sepekan ke pihak berwajib sesuai aturan.

"Dia wajib lapor sekali sepekan, dan saat ini sudah tiga pekan dia jadi tahanan kota," ujarnya.

Husnawaty terkena UU Tipikor pasal 11 UU nomor 30 dengan ancaman minimal 1 tahun penjara.

Baca: Kabid GTK Dinas Pendidikan Pangkep Terancam 5 Tahun Penjara

"Pekan depan dijadwalkan untuk pemeriksaan saksi-saksi," jelasnya.

Rabu (18/7/2018), ruangan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pangkep, Husnawaty digeledah penyidik Unit Tipikor Polres.

Penggeledahan ini buntut Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kabid GTK Husnawaty sehari sebelumnya, Selasa (17/7/2018).

Husnawaty diciduk saat menerima uang Pungutan Liar (Pungli) dari guru SD penerima tunjangan daerah terpencil.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mengamankan uang Rp 900 ribu dan di rumah tersangka Rp 7 juta.

Tunjangan guru Dacil yang diterima tersangka Kabid GTK antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per guru.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help