Terpidana Korupsi BSPS: Ada Pejabat Bone Ikut Nikmati

Sementara Sanatang terpidana korupsi kasus Bantuan Dana Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) anggaran Tahun 2012.

Terpidana Korupsi BSPS: Ada Pejabat Bone Ikut Nikmati
justang/tribunbone.com
Sanatang (pakai kudung). 

Laporan Wartawan TribunBone.com Justang Muh

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Tim Intel Kejaksaan Tinggi Sulselbar menangkap dua terpidana korupsi, Reskianty Idris alias Debi dan Sanatang di Kota Watampone, Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (7/9/2018).

Debi merupakan terpidana korupsi proyek pembangunan Balai Benih dan Pembibitan pada dinas kehutanan dan perkebunan Kabupaten Bone tahun 2007.

Sementara Sanatang terpidana korupsi kasus Bantuan Dana Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) anggaran Tahun 2012.

Salah satu yang ditangkap Sanatang, menyebut sejumlah pejabat ikut menikmati korupsi BPSPS dengan kerugiaan negara kurang lebih Rp604 juta tersebut.

"Insya Allah saya akan ungkap semuanya dek. Ada beberapa pejabat yang terlibat dalam kasus ini dan jumlah yang diterimanya itu bervariasi ada yang sampai Rp 100 juta,” kata Sanatang kepada wartawan melalui telepon selulernya saat dalam perjalanan ke Makassar, Jumat (07/09/2018).

Dikatakannya, oknum pejabat yang diduga terlibat dalam kasus BSPS Bone ini berasal dari dinas terkait(Dinas Tarkim) menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan penghubung proyek APBN tersebut.

“Yang jelas semua dokumen buktinya ada sama suami saya. Itu lengkap dengan kwitansi penerimaan uang, dimana saat itu saya berada di Surabaya dan ditelfon oleh oknum itu minta uang. Bahkan saat itu saya disuruh pinjam karena saat itu saya tidak punya uang. Inisialnya SA dan AY,” kata Ana.

Sekedar diketahui, proyek Dana Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) Dinas Tarkkm APBN tahun 2012 dengan anggaran kurang lebih Rp2,37 miliar menyeret tiga orang.

Selain Sanatang, Nilawati Umar dan Aditriana terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi Dana Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) TA 2012 dengan nilai kerugian negara sebesar Rp. 604 juta sudah terlebih dahulu dieksekusi Kejari Bone akhir Juli 2018 lalu.

Ketiag terpidana tersebut diputuskan bersalah dengan pidana penjara 1 tahun 3 bulan dan denda Rp. 50 juta subs pidana kurungan 1 (satu) bulan.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved