Dimediasi DPRD Lutim, PT CLM Ogah Ganti Rugi Lahan Warga Malili

PT CLM meyakini lahan yang dikelolanya adalah milik negara yang izin pinjam pakainya berlaku dari 2012 sampai 2019.

Dimediasi DPRD Lutim, PT CLM Ogah Ganti Rugi Lahan Warga Malili
ivan ismar/tribunlutim.com
Forum Pemuda Pongkeru (FPP) dan Masyarakat Lingkar Tambang mendatangi Kantor DPRD Luwu Timur tuntut ganti rugi lahan ke PT CLM, Jumat (7/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Forum Pemuda Pongkeru (FPP) dan Masyarakat Lingkar Tambang mendatangi Kantor DPRD Luwu Timur, Jumat (7/9/2018).

Massa yang berjumlah puluhan orang itu meminta dimediasi dengan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) soal dampak eksploitasi tambang nikel.

Adapun tiga poin tuntutan massa yaitu meminta konvensasi lahan warga yang sudah dieksploitasi PT CLM, konvensasi akibat dampak pertambangan, transparansi rekrutmen tenaga kerja.

Dalam aksinya itu, massa juga membawa barang mirip keranda jenasah yang disimpan di depan kantor DPRD Luwu Timur.

Dalam mediasi berlangsung di ruang aspirasi, warga yang lahannya terkena dampak tetap meminta PT CLM bertanggung jawab dengan ganti rugi.

Baca: Tiga Bocah di Cenrana Maros Ditemukan Meninggal di Bekas Tambang

Baca: Warga Minta Aktivitas Tambang di Sungai Bila Sidrap Dihentikan, Begini Reaksi Pengusaha

Selain itu jug terungkap lahan yang dieksploitasi oleh PT CLM adalah lahan negara. PT CLM juga belum bersedia menyatakan akan mengganti rugi lahan atau tanaman yang terkena dampak dari tambang PT CLM.

"Kami akan kaji dulu status lahannya apakah perlu diberi kompensasi," kata Direksi PT CLM, Helmut Hermawan.

PT CLM meyakini lahan yang dikelolanya adalah milik negara yang izin pinjam pakainya berlaku dari 2012 sampai 2019.

Izinnya dikeluarkan Kementrian Kehutanan yang menterinya saat itu adalah Ketua MPR RI saat ini, Zulkifli Hasan.

Izin konsesi lahan seluas 10 ribu Hektare (Ha) namun IUP OP dari kementrian 2.600 Ha dan baru dikelola 999.94 Ha.

Soal rekrutmen kata Helmut akan mengutamakan masyarakat sekitar tambang. "Kami akan memberdayakan masyarakat Pongkeru dan warga dari daerah yang terkena dampaknya," katanya.

Adapun lokasi tambang PT CLM ada di Desa Harapan dan Pongkeru, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hadir dalam mediasi itu, Wakil Ketua 1 DPRD Luwu Timur, Muh Siddiq BM, anggota DPRD, Herdinang, Usman Sadik, Andi Endy B Shin Go dan Najamuddin.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help