Penyadapan Getah Pohon Pinus Rusak Hutan Lindung, Ini Kata UPT Dishut Toraja Utara

aktivitas penyadapan banyak terjadi di tahun 2015, tetapi dilakukan penanaman kembali dan ada petugas kehutanan melakukan pengawasan.

Penyadapan Getah Pohon Pinus Rusak Hutan Lindung, Ini Kata UPT Dishut Toraja Utara
risnawati/tribuntoraja.com
Kepala UPT Kesatuan Pengelola Hutan KPH Saddang II Toraja Utara, Ghazali D Ichsan. 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Dugaan pengrusakan kawasan hutan lindung di tiga kecamatan Toraja Utara akibat penyadapan getah pohon pinus membuat beberapa pihak menyoroti UPT Dinas Kehutanan.

Pemerhati Lingkungan, Paris, menyayangkan pengelolaan usaha getah pohon pinus oleh perusahaan didalangi oknum UPT Dinas Kehutanan tanpa sepengetahuan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara.

"Lahan pohon pinus di area hutan lindung dikelola beberapa perusahaan, izinnya tidak sesuai aturan sehingga mematikan tegakan bantaknya pohon," tutur Paris, Kamis (6/9/2018).

Kepala UPT Kesatuan Pengelola Hutan KPH Saddang II Toraja Utara, Ghazali D Ichsan  mengatakan, pohon kebanyakan rusak karena bekas kebakaran dan penebangan liar.

Baca: Kapolres Tana Toraja Harap Polwan Lebih Profesional

"Memang ada penyadapan getah pohon pinus dari dua perusahaan dan memiliki izin dari Provinsi yang diberi waktu dalam jangka satu tahun," ujar Ghazali, Kamis (6/9/2018).

Kedua perusahaan tersebut yakni PT Adiwitra Vinus Utama dari Gowa dan PT Excellence Forest International dari Jawa yang melakukan penyadapan di Kecamatan Rantebua, Nanggala, dan Buntao.

Ghazali mengatakan, aktivitas penyadapan banyak terjadi di tahun 2015, tetapi dilakukan penanaman kembali dan ada petugas kehutanan melakukan pengawasan di hutan.

"Jadi tidak benar kalau ada oknum kami yang terlibat penyalahgunaan penyadapan," ucapnya.(*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved