Pengurus KSN Sulsel Minta Prof Andalan Naikkan 30% Upah Buruh di Sulsel

Aktivis buruh ini, meminta kepada Prof Andalan dapat menaikkan mimimal 30 persen dari upah minimum regional (UMR).

Pengurus KSN Sulsel Minta Prof Andalan Naikkan 30% Upah Buruh di Sulsel
m azis albar/tribunenrekang.com
Pengurus Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) Sulsel 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih periode 2018-2023, Prof Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) telah dilantik di Istana Negara, Rabu (5/9/2018) kemarin.

Sejumlah masyarakat menaruh harapan besar terhadap Prof Andalan untuk membangun Sulsel.

Tak terkecuali Pengurus Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) Sulsel, Riswanda. Ia juga menaruh harapan besar terkait kesejahteraan buruh di Sulsel pada Nahkoda baru Sulsel tersebut.

Ia berharap, dalam masa kepemimpinan Prof Andalan nantinya diharapkan dapat memberikan jaminan kesejahteraan bagi para buruh.

Apalagi, Prof Nurdin Abdullah pernah memimpin salah satu perusahaan di Kota Makassar yang tentu sangat paham betul kondisi para buruh saat ini.

"Harapan kami, kesejhateraan buruh dapat meningkat dan diperhatikan selama beliau memimpin nantinya," kata Riswanda kepada TribunEnrekang.com, Kamis (6/9/2018).

Baca: Ketua BKPRMI Maros Harap Prof Andalan Sejahterakan Guru Mengaji

Baca: Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Prof Andalan Dikerumuni Simpatisan

Aktivis buruh ini, meminta kepada Prof Andalan dapat menaikkan mimimal 30 persen dari upah minimum regional (UMR) buruh di Sulsel saat ini.

"Harapan kami, Prof bisa naikkan upah buruh minimal 30 persen, dari yang saat ini sekitar Rp 2,6 juta jadi Rp 3 juta, agar buruh bisa sejahtera," ujarnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa aspek perlunya UMR buruh dinaikkan, diantaranya adalah makin mahalnya harga barang dan kebutuhan pokok.

Selain itu, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), nilai value dollar terus meroket terhadap rupiah, yang tentu akan membuat para buruh makin terjepit.

"Kami juga minta agar Prof Andalan juga bida menolak penerapan sistem kerja outsourcing di Sulsel karena sangat merugikan buruh dan menguntungkan pengusaha," tuturnya.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved