Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Tahunan Pemuda Australia-Indonesia

Konferensi yang telah mencapai tahun ke-6, kali ini mengangkat tema Connected by Sea.

Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Tahunan Pemuda Australia-Indonesia
HANDOVER
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox menemui Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto di kediamannya, Jl Amirullah. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Conference of Australian and Indonesian Youth (Causindy) bekerja sama Konsulat Jenderal Australia di Makassar akan menggelatlr konfrensi tahunan di Makassar, 5-8 September 2018.

Konfrensi yang telah mencapai tahun ke-6, kali ini mengangkat tema Connected by Sea.

Kota Makassar dipilih sebagai tempat diselenggarakannya konferensi tahun ini karena dinilai sebagai kota maritim dengan potensi bahari yang besar, serta sejarah dan lokasi yang dimilikinya.

Causindy adalah organisasi pemuda bilateral, yang merupakan sarana bagi para pemimpin muda untuk menciptakan hubungan bilateral yang lebih kuat antara Australia dan Indonesia.

Kegiatan tersebut melibatkan para pemuda Australia dan Indonesia yang juga disebut sebagai delegasi.

Baca: VIDEO: Wakil Dubes Australia Diskusi Bersama PKBI Sulsel Bahas Inklusi

Chief Communications Officer Causindy, Riyantisa Fikautsara dalam rilis mengatakan, tahun ini konfrensi dengan tema maritim, dan dihadiri 32 delegasi dari seluruh Indonesia dan Australia.

Causindy akan mencakup diskusi panel dalam bidang politik, bisnis, lingkungan, dan keamanan regional, juga program Engaging Future Leaders (EFL), kegiatan budaya, dan gala dinner sebagai peluang yang baik dalam berjejaring.

"Delegasi Causindy terdiri dari para pemimpin muda dengan latar belakang yang bervariasi, seperti anggota parlemen, pemimpin bisnis, akademisi, penggerak organisasi sosial, dan lain-lain," unhkap dia.

Baca: Konjen Australia Sebut Suku Aborigin Berasal dari Indonesia

Causindy juga memiliki jaringan alumni yang luas, di mana setiap tahun diselenggarakan kegiatan networking dan diskusi untuk para alumni.

Konferensi pertama kali dimulai pada 2013 yang diadakan di Canberra, kemudian 2014 di Jakarta, 2015 di Darwin, 2016 di Bali, dan 2017 di Melbourne.

Sebagai hasil dari konferensi ini, para delegasi nantinya diharapkan dapat menginisiasikan program dengan bimbingan para mentor, yang memiliki dampak terhadap hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia.(*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved