Kelompok Tani di Sinjai Ini Minta Gubernur Sulsel Selesaikan Proyek Apareng II

Pembangunan bendungan Apareng II ini dianggarkan melalui APBD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2017 lalu

Kelompok Tani di Sinjai Ini Minta Gubernur Sulsel Selesaikan Proyek Apareng II
samsul bahri
Kelompok Tani di Sinjai 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN- Puluhan kelompok tani di Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan meminta Gubernur Sulawesi Selatan M Nurdin Abdullah - A Sudirman untuk menyelesaikan pembangunan Bendungan Apareng II yang terhenti saat ini.

Bendungan Apareng II Sinjai saat ini terhenti disebabkan karena warga menolak lahannya dilewati pekerjaan jaringan irigasi di Caile Babara, Kecamatan Sinjai Selatan.

"Akibatnya kami ratusan petani di dua desa dan satu kelurahan di kecamatan ini hanya gunakan air hujan bersawah, karena itu kami mewakili teman-teman petani lain agar Pak Gubernur Sulsel bisa membantu kami melanjutkan pembangunan bendungan dan irigasi itu yang terhenti saat ini," kata salah seorang petani di Gareccing Sinjai, Muh Asri, Kamis (6/9/2019).

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 - Pemerintah Buka 238.015 Formasi, 186 Ribu untuk Daerah Berikut Rinciannya

Diungkap bahwa pembangunan bendungan dan irigasi tersebut dimulai tahun 2017 lalu dan terhenti sebelum rampung karena warga menolak lahannya dijadikan sebagai aliran air bendungan tersebut sebab belum ganti rugi.

Pembangunan bendungan Apareng II ini dianggarkan melalui APBD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2017 lalu dengan jumlah lebih dari Rp 16 miliar. Kini pembangunan bendungan tersebut tidak bisa dimanfaatkan karena belum rampung.

Sebelumnya saat  berkunjung ke Kecamatan Sinjai Selatan, Sudirman Sulaiman berjanji akan membantu warga jika terpilih dan mengetahui permasalahan tersebut saat berdialog dengan warga tani di Desa Gareccing.

Lahan sawah yang akan dialiri air tersebut merupakan lumbung padi di Kabupaten Sinjai terbesar dari sejumlah kecamatan lainnya. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help