Jamaah Haji Bantaeng Bakal Tawaf Wada' Sebelum Tinggalkan Mekkah

Tawaf wada'atau tawaf perpisahan ini digelar sehari sebelum jamaah haji kembali ke tanah air.

Jamaah Haji Bantaeng Bakal Tawaf Wada' Sebelum Tinggalkan Mekkah
handover
Jamaah Haji asal Kabupaten Bantaeng bakal mengikuti tawaf wada' sebelum meninggalkan kota Mekkah, Arab Saudi, Kamis (6/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Jamaah Haji asal Kabupaten Bantaeng bakal mengikuti tawaf wada' sebelum meninggalkan kota Mekkah, Arab Saudi, ba'da salat Isya, Kamis (6/9/2018).

Pembimbing Ibadah Haji, Muhammad Arfah menjelaskan bahwa pelaksanaan itu dilakukan sebagai hasil dari pertemuan petugas haji di Mushallah Al Aseel Plaza Hotel, Mekkah.

"Tawaf wada'atau tawaf perpisahan ini digelar sehari sebelum jamaah haji kembali ke tanah air," ujarnya via rilis kepada TribunBantaeng.com, Kamis (6/9/2018).

Menurutnya, tawaf wada' merupakan penghormatan terakhir pada Masjidil Haram dan merupakan amalan terakhir bagi orang yang menjalankan ibadah haji.

Setelahnya para jamaah haji tidak lagi diperkenankan untuk tinggal lama, sebab jika masih tinggal lama setelah itu, maka thawaf wada’nya wajib diulangi.

Baca: Jamaah Haji Makassar Tawaf di Lantai Teratas Masjidil Haram

Baca: Ibadah Haji 2018 - Simulasi Tawaf Petugas Terkendala Bahasa

"Jika hanya tinggal sebentar karena menunggu rombongan, membeli makanan atau ada kebutuhan lainnya, maka itu tidaklah masalah," tuturnya.

Begitu pula jika ada yang belum menunaikan ibadah sa’i atau berjalan kaki bolak-balik tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah.

Maka dia boleh mengerjakan ibadah sa'i tersebut setelah thawaf wada’. Karena melakukan ibadah sa’i tidak memerlukan waktu yang lama.

Seperti diketahui, jamaah haji asal Bantaeng berjumlah 186 orang. Bergabung dengan jamaah haji asal Kabupaten Takalar pada kloter 15.

Mereka dijadwalkan tiba di Embarkasi Sultan Hasanuddin Makassar pada 8 September 2018.(*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help