Todong Polisi Pakai Badik, Pembegal Ini Ditembak Resmob Polda Sulsel

Pembegal Isral yang sering mengaku-ngaku sebagai anggota polisi, ditembak Resmob karena berusaha melakukan perlawanan dengan cara menodong.

Todong Polisi Pakai Badik, Pembegal Ini Ditembak Resmob Polda Sulsel
darul/tribuntimur.com
Pelaku begal yang sering kali menyamar sebagai polisi, ditembak Resmob Polda Sulsel di Makassar, Rabu (5/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaku begal yang sering kali menyamar sebagai polisi, ditembak Resmob Polda Sulsel di Makassar, Rabu (5/9/2018).

Ialah pembegal atau pencurian disertai kekerasan (Curas), Asdar alias Isra (30) warga Jl Inspeksi Kanal Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Kota Makassar.

Pembegal Isral yang sering mengaku-ngaku sebagai anggota polisi, ditembak Resmob karena berusaha melakukan perlawanan dengan cara menodong.

"Pelaku terpaksa ditembak karena dia todong petugas pakai badik, badiknya sudah diamankan," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani.

Baca: Begal asal Jl Kerung-kerung Diciduk saat Operasi Sikat Lipu 2018

Pelaku Isra ditembak petugas Resmob, saat pengembangan mencari penadah barang curian bernama, Hasdi (55) di Jl Inspeksi Kanal, Kerung-kerung Makassar.

Sebelumnya, Isra ditangkap tim Resmob Polda Sulsel di Jl Maccini Baru, Selasa (4/9) malam, saat dilakukannya Operasi Sikat Lipu 2018, pada pukul 20.00 Wita.

Kombes Dicky mengaku, penangkapan Isra berdasar pada STPL / 615 / k / VIII / 2018 / Polsek Makassar / Polrestabes Makassar, kejadian 24 Agustus 2018.

"Dalam catata polisi, pelaku ini setiap kali melaksanakan kejahatan sering kali mengaku bahwa ia adalah anggota polri angkatan 21," ungkap Kombes Dicky.

Baca: Sebelum Dibegal Hingga Meninggal, Shanda Puti Denata Sempat Ingin Shalat Tahajjud

Dari hasil introgasi, pelaku Isra mengaku melakukan tindakan kejahatan dari begal hingga kasus pembobolan, dia berteman dengan dua orang, Arman dan Dunker.(*)

"Mereka ini satu komplotan, biasanya mengaku anggota Polri angkatan 21. Itu yamg dua orang masuk dalam daftar pencarian orang (dpo)," jelas Dicky. (dal)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help