Sekretaris Dirjen PHU Menangis di Acara Tribun Nongki Bareng Castourindo, Ini Penyebabnya

Saat diskusi tersebut, Muhajirin yang sedang berbicara terkait geliat bisnis umrah sempat terdiam sejenak dan menitikkan air mata.

Sekretaris Dirjen PHU Menangis di Acara Tribun Nongki Bareng Castourindo, Ini Penyebabnya
sanovra/tribuntimur.com
Sekertaris Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Dr Muhajirin Yannis menghadiri Tribun Nongki bersama Castourindo 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR. MAKASSAR - Tribun Timur kembali menggelar diskusi santai bertajuk Tribun Nongki, di kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Rabu (5/8/2018).

Diskusi yang dilaksanakan bersama biro perjalanan umroh Castourindo ini, mengangkat tema Hijrah ke Umrah yang Cerdas dan Hasanah.

Tribun Nongki kali ini menghadirkan pembicara utama Sekertaris Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Dr Muhajirin Yannis.

Saat diskusi tersebut, Muhajirin yang sedang berbicara terkait geliat bisnis umrah sempat terdiam sejenak dan meneteskan air mata.

Baca: Tribun Nongki Bersama Castourindo Bahas Umrah Cerdas dan Hasanah

Muhajirin terharu lantaran melihat banyaknya orang yang terkesan memaksakan diri untuk beribadah haji dan umrah, sehingga tujuan sesungguhnya dari ibadah tersebut tak tercapai.

"Kalau mau ibadah haji atau umrah kumpulkan sedikit demi sedikit, jangan mau menggadaikan barang-barang anda. Hajiitu wajib, kalau mampu, kalau tidak jangan dipaksakan," kata dia.

"Saya sering berumrah bersama keluarga besar saya, bersama istri, anak, ibu saya, dn keluarga lainnya. Saya bisa berangkat gratis tapi di mana pertanggungjawaban saya. Tawaran banyak tapi saya tolak, saya betul-betul ingin berjuang, karena ini urusan ibadah saya," kata Muhajirin sambil mengusap air matanya.

Baca: Castourindo Tawarkan Paket Liburan ke Andalucia Sambil Nonton La Liga di Santiago Bernebeu

Lanjut Muhajirin, fenomena saat ini, banyak orang yang menganggap umrah sebagai ajang gengsi-gengsian, bukan untuk ibadah kepada Allah.

"Dulu itu kita ditanya, sudh umrah belum? Tapi pertanyaan sekarang sudah berapa kali umrah, ini memaksakan, yang membuat niat ibadah umrah berubah," tuturnya.(*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved