Dorong Literasi Keuangan, HSBC dan Sampoerna University Gelar Semiloka di Makassar

Sektor jasa keuangan lokal terus tumbuj. Sementara, banyak masyarakat belum memiliki pemahaman cukup mengenai produk dan jasa keuangan

Dorong Literasi Keuangan, HSBC dan Sampoerna University Gelar Semiloka di Makassar
Muhammad Fadly Ali/Tribun Timur
emiloka PT Bank HSBC Indonesia dan Sampoerna University di gelar di Hotel Santika Makassar, Rabu (5/9/2018). (kiri-kanan) Ketua Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Andri Kesmawan, Project Manager Program Kerja Sama PSF - HSBC Wahyoe Soedarmono, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan sebagai perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, Regional 6 Sulampua Dani Surya Sinaga, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof Marsuki DEA, Senior Economist of UNHAS, Berly Martawardaya, hadir pada seminar dan lokakarya bertajuk Memperkuat Sinergi Tripartit Pendidikan untuk Pembangunan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University menggelar seminar dan lokakarya (semiloka) keuangan dan perbankan di Hotel Santika Jl Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (5/9/2018).

Bertajuk “Memperkuat Sinergi Tripartit Perguruan Tinggi untuk Pembangunan” di Kota Makassar. Inisiatif ini merupakan bagian dari program edukasi keuangan jangka panjang HSBC, PSF dan Sampoerna University, khususnya di kawasan timur Indonesia.

 Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Nuni Sutyoko di sela semiloka menuturkan, pemahaman serta akses terhadap produk dan jasa keuangan berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Karenanya, sejak tiga tahun terakhir kami berkolaborasi dan bersinergi dengan PSF dan Sampoerna University guna menginisiasi berbagai program edukasi keuangan dan perbankan yang menyasar agen kunci pertumbuhan ekonomi daerah, yaitu para pelajar, dosen, dan komunitas lokal di berbagai wilayah di Indonesia," katanya.

Hal ini merupakan komitmen HSBC untuk senantiasa mendorong bisnis yang berkesinambungan dengan membangun masyarakat dari segi sosial, lingkungan, dan ekonomi di manapun HSBC berada.

“Ini merupakan kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan praktisi industri dalam menjawab berbagai tantangan di sektor keuangan dan perbankan. Semoga dapat turut menciptakan efek domino terhadap kesejahteraan masyarakat, serta berkontribusi pada percepatan ekonomi di Sulsel, khususnya Makassar,” kata Nuni.

Semikola ini terbagi menjadi dua kegiatan utama. Pertama, kuliah umum mengenai karir dan pengelolaan keuangan untuk para mahasiwa yang diselenggarakan (4/9/2018) di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kedua, program pengabdian masyarakat untuk masyarakat lokal binaan kampus yang akan dilaksanakan pada hari ini (5/9/2018) di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Nitro.

Sampoerna University bertanggung jawab sebagai perencana dan penyusun kurikulum. Project Manager Program Kerja Sama HSBC-PSF sekaligus ekonom dari Sampoerna University, Wahyoe Soedarmono, menuturkan Lewat kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan wawasannya agar siap menghadapi tuntutan dunia kerja.

"Sedangkan masyarakat binaan, khususnya pelaku UMKM dan ibu rumah tangga, dapat diberdayakan sehingga mampu lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga dan usaha," katanya.

Berdasarkan pengalaman HSBC bersama PSF dan SU lewat berbagai program edukasi lain yang diselenggarakan sebelumnya, perkembangan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan sudah terbilang baik.

Namun, agar dapat secara berkelanjutan memperkuat literasi dan inklusi keuangan di wilayah Sulawesi Selatan, masih diperlukan sinergi dan kolaborasi dari dunia akademisi, praktisi industri dan pemerintah.

Sektor jasa keuangan lokal terus tumbuh dengan pesat. Sementara, masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman cukup mengenai produk dan jasa keuangan. Ini yang perlu kita dorong bersama-sama.

"Saya berharap melalui semiloka ini, masyarakat, khususnya para mahasiswa dapat memahami lebih jauh relevansi pemahaman dan inklusi keuangan terhadap perencanaan masa depan mereka," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved