Dilantik Sebagai Gubernur Sulsel, Ini 10 Fakta Prestasi Nurdin Abdullah di Bantaeng

Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman dilantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Periode 2018-2022

5. Mengembangkan Industri Pengolahan Hasil Pertanian

Kebijakan Pembangunan industri pengolahan hasil pertanian meliputi pembangunan industri pengemasan hasil dan pengepakan membawa sesuatu yang baru bagi masyarakat Bantaeng.

Pembangunan industri pengalengan hasil laut juga dilakukan hingga pengembangan industri olahan hasil komoditi wortel seperti Kripik Snewota.

Hasil industri olahan pertanian Bantaeng bahkan telah masuk ke sejumlah pasar di luar Bantaeng dan bisa di dapatkan di mini market-mini market terkenal.

6. Pengembangan Teknik Inseminasi Sapi

Dalam sektor peternakan, Nurdin Abdullah juga tidak mau ketinggalan melakukan terobosan. Salah satu yang dinilai masyarakat cukup sukses dan berhasil adalah perbaikan kualitas ternak sapi melalui tekhnologi Inseminasi Buatan dan Laser Punktur.

Teknologi yang diterapkan ini mampu meningkatkan jumlah sapi di Bantaeng sejak 2009 hingga sekarang dengan kualitas yang unggul. Telah banyak daerah yang bahkan belajar ke Bantaeng untuk pengembangan teknologi ini.7. Memanfaatkan Limbah Ternak Jadi Biogas di Pedesaan
Ini mungkin bukan hal baru di Indonesia.

Telah banyak yang melakukan hal ini, namun untuk di Bantaeng, baru dibawah kepemimpinan Nurdin Abdullah hal ini dilakukan.

Desa-desa yang banyak ternaknya memanfaatkan limbah menjadi energi alternatif. Pemanfaatan menjadi biogas ini secara tidak langsung membantu mengurangi kebutuhan masyarakat terhadap gas.
Selain dijadikan sebagai energi alternatif, limbah ternak juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik padat dan cair.

8. Memanfaatkan Limbah Pangan Jadi Pakan

Simbiosis mutualisme memang dimanfaatkan secara maksimal oleh Nurdin Abdullah. Selain memanfaatkan limbah ternak menjadi sesuatu yang berdaya guna buat masyarakat dan pertanian, limbah pangan pun disulap menjadi sesuatu yang berarti bagi pakan ternak.

Terobosan memanfaatkan limbah pangan dari perkebunan kopi, coklat, biji kapuk dan lain-lainnya menjadi pakan ternak adalah salah satu dari sekian banyak manfaat yang dihasilkan dari limbah.

9. Penangkaran Talas Bantaeng

Pemerintah Kabupaten Bantaeng menjadikan Kampung Bokara sebagai pusat penangkaran talas. Kawasan yang berada di atas ketinggian 300 meter di atas permukaan laut tersebut dinilai cocok sebagai tempat penangkaran.

Penangkaran dilengkapi dengan laboratorium kultur jaringan, sehingga dapat mempercepat kebutuhan bibit tanaman berbasis ekspor.

Talas telah menjadi perhatian serius Bantaeng saat ini karena permintaan dari luar negeri yang semakin tinggi. Bantaeng menjadi ini sebagai peluang yang besar.

10. Budidaya Durian Tanpa Aroma dan Tanpa Musim

Nurdin Abdullah juga telah berhasil mengembakan budidaya durian yang tidak mengeluarkan aroma menyengat dan tidak mengenal musim.

Setiap saat, buah durian di Bantaeng bisa dinikmati. Buah durian yang dikembangkan di Bantaeng memiliki kadar kolesterol yang rendah. Durian ini juga adalah hasil rekayasa yang dikembangkan dengan teknologi pemupukan sehingga hasilnya lebih baik dari aslinya.

Meski budidaya durian ini masih bersifat kecil, namun dampaknya luar biasa. Perkebunan durian ini terletak di Desa Kacidu, Kecamatan Tompobulu dengan luas 2 hektar area. Pada dasarnya, masih banyak terobosan yang telah dilakukan Nurdin Abdullah di bidang pertanian.

Terobosan yang dilakukan Nurdin Abdullah memang telah membawanya menerima sejumlah penghargaan. Salah satunya Piagam Penghargaan Agro Inovasi 2009, Kategori Agro Inovasi Peningkatan Adopsi Teknologi oleh Pemerintah Indonesia.

Semoga akan terus lahir inovasi dari tangan-tangan kreatif anak muda Indonesia.

Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help