Bisnis Umrah Berkembang Pesat, Ini Penyebabnya Menurut Sekretaris Dirjen PHU

Saat ini bisnis perjalanan ibadah umrah di Indonesia, kian berkembang pesat akibat tiga hal.

Bisnis Umrah Berkembang Pesat, Ini Penyebabnya Menurut Sekretaris Dirjen PHU
sanovra/tribuntimur.com
Tribun Timur kembali menggelar diskusi santai bertajuk Tribun Nongki, di kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Rabu (5/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR. MAKASSAR - Tribun Timur kembali menggelar diskusi santai bertajuk Tribun Nongki, di kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Rabu (5/8/2018).

Diskusi yang dilaksanakan bersama biro perjalanan umroh Castourindo ini, mengangkat tema Hijrah ke Umrah yang Cerdas dan Hasanah.

Tribun Nongki kali ini menghadirkan pembicara utama Sekertaris Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Dr Muhajirin Yannis.

Muhajirin mengatakan, saat ini bisnis perjalanan ibadah umrah di Indonesia, kian berkembang pesat akibat tiga hal.

Baca: Sekretaris Dirjen PHU Menangis di Acara Tribun Nongki Bareng Castourindo, Ini Penyebabnya

Pertama, para jamaah sambil dia menunggu berangkat haji yang saat ini begitu lama, karena masa yang panjang, jamaah berpikir untuk umrah terlebih dahulu.

Kedua, karena faktor ekonomi masyarakat yang semakin membaik.

"Dulu umrah hanya menjadi konsumsi masyarakat perkotaan atau ekonomi menengah ke atas, tapi belakangan justru yang paling banyak adalah masyarakat kita yang dari daerah atau pedesaaan, mereka yang berbondong-bondong berumrah," ujar Muhajiri.

Ketiga menurut Muhajirin, karena rasa keberagamaan masyarakat semakin tinggi, sehingga ketika mereka sudah melaksanakan semua kewajiban rukun Islam, merasa belum cukup j9ika belum berumrah atau berhaji.

"Ketika seseorang sudah melaksanakan ibadah salat di sini, merasa belum cukup kalau belum salat di Masjidil Haram dan berziarah ke makam nabi. Maka untuk mencapai itu, salah satunya yah melalui ibadah umrah. dorongan inilah yang menjadikan umrah meningkat,' kata dia.

"Dorongan-dorongan inilah yang kemudian dilihat sebagai peluang, karena prinsipnya ketika umrah bergerak, industri rumah tangga juga bergerak," ucap Muhajirin menambahkan.

Baca: Tribun Nongki Bersama Castourindo Bahas Umrah Cerdas dan Hasanah

Lanjut Muhajir, di satu sisi ini juga dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk meraup keuntungan dan merugikan masyarakat.

"Pertama tak semua masyarakat kita biasa traveling, yang penting punya uang dan semangat kuat, siapapun bisa memberangkatkan mereka. Ruang inilah yang dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab sehingga banyak peristiwa jamaah tak berangkat," ujarnya.(*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved