Waduh, Kasus Pencabulan Anak di Luwu Makin Meningkat

Hanya saja, jumlah kasus yang ia tangani tidak semuanya dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Waduh, Kasus Pencabulan Anak di Luwu Makin Meningkat
desy/tribunluwu.com
Kepala Sub Bidang Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Luwu, Nursamsi 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Jumlah kasus pencabulan ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Luwu, meningkat.

Dimana tahun 2017 jumlah kasus pencabulan di Luwu sebanyak 35 kasus.

"Peningkatannya cukup jauh. Tahun 2017 kami tangani 35 kasus, dan tahun ini dari Januari hingga September sudah mencapai 41 kasus," ujar Kepala Sub Bidang P2TP2A DP3A Luwu, Nursamsi, Selasa (4/9/2018).

Hanya saja, jumlah kasus yang ia tangani tidak semuanya dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Nursamsi menjelaskan korban pencabulan yang ditangani rata-rata berusia di bawah umur.

"Dan pelakunya kebanyakan orang dekat korban sendiri," tuturnya.

Ia juga menuturkan faktor penyebab terjadinya pencabulan untuk usia 18 tahun ke atas akibat pergaulan dan lingkungan.

Sedangkan untuk di bawah umur pihaknya P2TP2A menyimpulkan penyimpangan.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved