Kurs Dollar - Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 15.029, JK: Gak Usah Impor Ferrari, Lamborghini, Hermes

Nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dollar Amerika Serikat terus merosot, melewati ambang batas psikologis.

Kurs Dollar - Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 15.029, JK: Gak Usah Impor Ferrari, Lamborghini, Hermes
THINKSTOCK
Ilustrasi kurs dollar. 

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menegaskan Indonesia memiliki perbedaan dengan negara-negara berkembang lain yang sama-sama terdampak normalisasi perekonomian di Amerika Serikat.

Terutama dalam hal menguatnya dollar AS terhadap seluruh mata uang negara lain.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani (KOMPAS.COM)

Hal itu diungkapkan untuk menanggapi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar AS dan hampir menyentuh level Rp 15.000 per dollar AS.

"Kalau yang sifatnya pergerakan terutama dari para fund manager, mereka melakukan re-balancing dari portofolio mereka akibat kenaikan suku bunga di AS."

"Pengetatan likuiditas, krisis di beberapa negara emerging, yang kami lakukan adalah menyampaikan Indonesia memiliki struktur ekonomi yang berbeda dengan negara emerging lain, baik dari kebijakan fiskal kita yang lebih hati-hati," kata Sri usai rapat paripurna di DPR RI, Selasa (4/9/2018).

Sri mengungkapkan, meski diterpa gejolak perekonomian global, Indonesia telah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola fiskal dan moneter.

Baca: Astaga! Mama Muda Terciduk Berzina dengan Lelaki Lain di Penginapan

Baca: Cara Lolos dari Tilang, Pengendara Akan Telanjang di Jalan Raya

Baca: Pcpmbi.experd.com - Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja, Inilah Formasi dan Lulusan Dicari

Beberapa indikator yang memperlihatkan kehati-hatian tersebut di antaranya defisit APBN yang didesain di bawah 2 persen serta keseimbangan primer yang mendekati nol dalam RAPBN 2019.

"Kami berharap, dengan kehati-hatian ini, Indonesia akan dibedakan dari emerging countries lain yang fundamental ekonominya lebih rapuh dan kebijakan ekonominya tidak mencerminkan pondasi mereka," tutur Sri.

Lembaga pemeringkat internasional, terbaru dari Fitch Ratings, juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki ketahanan ekonomi dalam menghadapi dinamika perekonomian global.

Ketahanan yang dimiliki Indonesia merupakan hasil dari disiplin kebijakan fiskal dan langkah makroprudensial, didukung dengan beban utang yang rendah serta pertumbuhan ekonomi pada level yang baik.(*)

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help