Pemilu 2019

Ini Syarat dan Batasan Sumbangan Dana Kampanye untuk Caleg

Rekening yang digunakan menerima sumbangan tidak boleh atas nama caleg, namun rekening parpol.

Ini Syarat dan Batasan Sumbangan Dana Kampanye untuk Caleg
sanovra/tribuntimur.com
Petugas KPU sulsel melakukan tahapan verifikasi administrasi terhadap daftar Bakal Calon Anggota DPRD Sulsel yang telah diajukan sejumlah Partai Politik 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan melarang calon legislatif (caleg) di semua tingkatan pada Pemilu 2019 membuka rekening dana kampanye atas nama pribadi.

Buku rekening dana kampanye harus atas nama partai politik.

Komisioner Divisi Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Sulsel Faisal Amir mengatakan, sumber sumbangan caleg diperoleh dari perseorangan, kelompok atau perusahaan, atau badan usaha non-pemerintah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 24 Tahun 2018.

Syarat utama penyumbang dana, kata mantan Ketua KPU Takalar itu, adalah kejelasan status yang merujuk pada identitas penyumbang, asal dana, nomor pokok wajib pajak (NPWP), tidak menunggak pajaknya, dan tidak pailit bagi penyumbang perseorangan.

Baca: Ini Kriteria Sumber Dana Kampanye Caleg di Pemilu 2019

Sementara dana yang bisa diperoleh dari perseorangan maksimal Rp 2,5 miliar.

“Nanti kita sosialisasikan tersendiri soal sumbangan kampanya, tidak bisa kita gabung-gabung sosialisasinya. Yang harus diingat, penyumbang harus mematuhi syarat-syarat," ujarnya, Selasa (4/9/2018).

Terpisah, Komisioner Divisi Umum, Organisasi, dan Rumah Tangga KPU Sulsel Muhammad Asram Jaya menjelaskan, ada tiga kriteria sumber dana kampanye pada pemilu dari parpol, perseorangan, dan kelompok atau perusahaan.

Baca: KPU Sulsel: Caleg Tak Boleh Gunakan Rekening Pribadi untuk Dana Kampanye

Menurut Asram, batasan dana kampanye beragam sesuai sumber yang diterima kandidat.

"Capres cawapres bisa terima Rp 25 miliar sumbangan dana kampanye dari parpol. Jumlah yang sama juga berlaku untuk sumbangan dari perusahaan atau kelompok," ujar Asram.(ziz)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help