Besok Prof Andalan Resmi Gubernur Sulsel, Ini Komentar ACC Sulawesi

Agenda pelantikan ini pun mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan di Sulsel. Mulai dari masyarakat umum hingga ditataran aktivis

Besok Prof Andalan Resmi Gubernur Sulsel, Ini Komentar ACC Sulawesi
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Abdul Mutalib. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel), sebentar lagi punya Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel yang baru.

Ialah Gubernur Sulsel Nurdin Abdulah dan Wagub A. Sudirman Sulaiman, bakal resmi dilantik di Istana Negara Jakarta, Presiden Joko Widodo, Rabu (5/8/2018).

Agenda pelantikan ini pun mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan di Sulsel. Mulai dari masyarakat umum hingga ditataran aktivis anti korupsi Sulawesi.

Diretur Badan Pekerja Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Abd. Mutalib mengaku, ada info yang beredar setelah dilantik Gubermur Sulsel akan diarak.

"Infonya Gubernur akan diarak jika di Makassar. Menurut saya tidak usahlah, karena targetnya perkenalkan sebagai gubernur baru," katanya, Selasa (4/9).

Kata Mutalib, masyarakat Sulsel sudah tahu siapa Gubernur Sulsel. Jadi jika hal itu dilakukan, akan menjadi urgen dan juga timbulkan hal lain seperti macet.

Selain itu, mantan Direktur di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar. Dia berharap agar Nurdin bisa mengingat janji membentuk Birokrasi anti korupsi.

"Program ini cukup menarik, gubernur dan wakilnya harus bisa merealisasikan program ini. Tentu ini harus transparan, akuntabel, efektif, dan efisien," ujarnya.

ACC berharap, program tersebut bukan sekedar janji politik dan akan bisa dilihat progresnya pada tri wulan pertama Prof. Andalan sebagai Gubernur Sulsel.

Lanjut Mutalib, sebagai kepala daerah Gubernur dan Wakilnya sebaiknya bisa menjaga marwah Pemerintah Daerah dengan menghindari politik transaksi.

Juga, hindari proyek tapi mengawasinya. Dan juga hentikan atau lakukan koreksi kembali kebijakan pejabat lama, jaga independensi yang merusak integritas.

Kemudian, menjalin komunikasi dengan akademisi yang berintegrity dan jangan abaikan peran media (jurnalis), bangun komunikasi yang baik dengan ormas.

"Apa yang menjadi “jualan” selama ini sepatutnya dibuktikan. Kalau tidak bisa dibuktikan maka publik akan menilai seperti yang dibayangkan," jelas Mutalib.

Dan Mutalib mengungatkan, jika Prof. Andalan tidak mampu menjalankan itu maka komunitas NGO akan mengawal, mengingatkan dan mengawasinya.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help