Polres Jeneponto Selidiki Kasus Terbakarnya KLM Wahyu Ilahi di Perairan Bima

Polisi menganggap penyelidikan itu perlu dilakukan sebagai pencegahan kejadian yang sama di masa mendatang.

Polres Jeneponto Selidiki Kasus Terbakarnya KLM Wahyu Ilahi di Perairan Bima
handover
Satuan Reserse Kriminal (SatReskrim) Polres Jeneponto bakal menyelidiki kasus terbakarnya KLM Wahyu Ilahi di perairan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) Jumat, pekan lalu. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Satuan Reserse Kriminal (SatReskrim) Polres Jeneponto bakal menyelidiki kasus terbakarnya KLM Wahyu Ilahi di perairan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) Jumat, pekan lalu.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman saat dikonfirmasi TribunJeneponto.com, Senin (3/9/2018) siang.

"Iya kita akan lakukan penyelidikan. Kami koordinasikan dengan Syahbandar Jeneponto tentang kelayakan kapal di Pelabuhan Bungeng, "kata Boby Rachman melalui pesan whatsApp.

Meski kejadian yang meninmpa KLM Wahyu Ilahi tidak berada di wilayah hukum Polres Jeneponto, Namun polisi menganggap penyelidikan itu perlu dilakukan sebagai pencegahan kejadian yang sama di masa mendatang.

"Untuk mencegah kejadian yang sama," ujar perwiran menengah Polres Jeneponto itu.

Baca: BPBD Jeneponto Jemput Korban KLM Wahyu Ilahi di Probolinggo

Lalu kapan pemilik KLM Wahyu Ilahi, H Muhammad Nur akan dimintai keterangan terkait kejadian itu?

"Mungkin minggu-minggu ini kami akan koordinasi ke Syahbandar dulu," tuturnya.

Kapal Layar Motor (KLM) Wahyu Ilahi 02 GT 66 dikabarkan hilang kontak saat berlayar dari Pelabuhan Marapokot, Embai, Nusa Tenggara Timur, menuju Pelabuhan Jeneponto, Desa Bungen, Kecamatan Batang.

Kapal berangkat dari pelabuhan Marapokot, tanggal Kamis 30 Agustus  pukul 02.00 dini hari, ETA (rencana waktu kedatangan) Jeneponto, Jumat tanggal 31 Agustus 2018 pukul 05.00 Wita.

Memasuki hari ketiga hilang kontak, keveradaan KLM Wahyu Ilahi pun berhasil diketahui setelah ABK dan penumpang KM Sejahtera mendapati kapal terbakar dan tenggelam di perairan Bima, NTB.

Baca: KLM Wahyu Ilahi 02 yang Hilang Kontak Ternyata Tak Terstandarisasi

Dalam peristiwa itu, delapan ABK KLM Wahyu Ilahi dan 13 warga Jeneponto yang menumpang di kapal pengangkut hewan itu selamat.

Sementara, 200an ekor kuda dan sapi serta 300 ekor kambing dikabarkan tenggelam bersama bangkai kapal.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help