Pedagang Pasar Sentral Enggan Direlokasi, Begini Kata Danny Pomanto

Awal September ini menjadi batas terakhir para pedagang mendirikan lods di jalan.

Pedagang Pasar Sentral Enggan Direlokasi, Begini Kata Danny Pomanto
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Bangunan pasar sentral Makassar atau Makassar Mal yang dikerjakan oleh PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) selaku pengembang, direkam dari udara di Jl Cokrominoto, Makassar, Selasa (23/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Persoalan pedagang Pasar Sentral yang tak menemui kecocokan dengan PT Melati Tunggal Inti raya (MTIR) dan Pemerintah Kota Makassar terus berlanjut.

Sebagian pedagang Pasar Sentral yang masih berjualan di badan jalan menolak untuk direlokasi masuk ke New Makassar Mal.

Awal September ini menjadi batas terakhir para pedagang mendirikan lods di jalan.

Meski demikian, hingga hari ini masih banyak pedagang yang bersikeras untuk bertahan.

Tak adanya kecocokan harga dengan pengembang hingga hari ini, membuat pedagang enggan pindah.

Baca: Satpol PP Datang, Pedagang Pasar Sentral Makassar Tegang, Terjadi Aksi Dorong-dorong

Pemkot Makassar telah menegaskan para pedagang harus pindah terlebih dahulu, persoalan harga dibahas kemudian.

Ratusan personel gabungan pun diturunkan ke lokasi, Senin (3/8/2018).

Beberapa alat berat juga disiapkan, namun hal itu tak membuat pedagang gentar dan tetap bertahan.

Mereka bahkan terus berunjuk rasa menolak rencan relokasi tersebut.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan, relokasi ini mutlak harus dilaksanakan.

SK tentang penggunaan jalan untuk berjualan juga sudah dicabut Pemkot Makassar, sehingga tak ada alasan lagi untuk menggunakan badan jalan sebagai tempat jualan.

Baca: Tolak Direlokasi, Ratusan Pedagang Pasar Sentral Makassar Bawa Spanduk Bertuliskan Ini

“Prinsipnya semua yang di badan jalan akan kita pindahkan ke tempatnya, jadi tidak digusur. Semua yang berjualan di badan jalan akan dipindahkan. Itu kan SK-nya sudah dicabut,” kata Danny.

Danny menegaskan, meski mendapat penolakan, keras, dalam kurun waktu tiga hari ke depan, tiga jalan yang masih dikuasai pedagang yakni Jl KH Ramli, Jl KH Wahid Hasyim, dan Jl HOS Cokroaminoto harus dibersihkan.

“Semuanya sekaligus kita bersihkan, biar ada demo kita bongkar. Ndak apa-apa kalau mau demo, kita hargai. Tapi aneh juga kalau masih ada yang demo, masalah PKL sudah selesai, tapi kalau mau ricuh yah berurusan dengan hukum,” tegas Danny.(*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help