Lapaknya Dibongkar Besok, Ini Kata Pedagang di Pantai Seruni Bantaeng

Dia juga menyayangkan upaya penggusuran yang akan dilakukan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kumdag) dibantu Satpol PP Bantaeng.

Lapaknya Dibongkar Besok, Ini Kata Pedagang di Pantai Seruni Bantaeng
Edi Hermawan/TribunBantaeng.com
Jejeran pedagang di zona dua Pantai Seruni Bantaeng. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Sejumlah pedagang di Pantai Seruni Bantaeng malam ini sedang merasa was-was memikirkan nasibnya.

Pasalnya, puluhan lapak semi permanen yang selama ini berjejeran pada ikon kota Bantaeng dan digunakan untuk berjualan itu bakal digusur, Selasa (4/9/2018).

Salah seorang pedagang yang berjualan tersebut pun merasa gelisah lantaran tak tahu lagi bakalan mencari nafkah lewat cara apa.

"Setelah digusur saya punya warung jualan, tidak kutaumi mau kerja apa lagi untuk cari nafkah," kata salah seorang pedagang yang minta namanya dirahasiakan.

Dia juga menyayangkan upaya penggusuran yang akan dilakukan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kumdag) dibantu Satpol PP Bantaeng.

Pasalnya, informasi terkait penggusuran itu baru diterima oleh para pedagang, Senin (3/9/2018) sore.

"Informasinya juga mendadak sekali kasian. Seandainya cepat disampaikan, kami bisa mengemasi peralatan jualan yang kebanyakan gampang pecah," tuturnya.

Kadis Kumdag Bantaeng, Meyriani Madjid saat dikonfirmasi pun membenarkan hal tersebut, terkait rencana penggusuran lapak pada zona dua Pantai Seruni.

"Betul, besok kami akan tertibkan mereka yang belum kebagian kios permanen. Akan dipindahkan biar rapat dengan kios permanen," ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa telah seminggu lalu meminta agar para pedagang membongkar lapak jualannya.

Sehingga, tak ada lagi toleransi untuk mereka tidak membongkar lapak jualannya. Atau dibongkar paksa oleh Satpol PP.

"Kalau dia ada itikad baik membongkar sendiri malam ini maka itu akan lebih baik, karena kita tau sendiri kan bagaimana kalau Satpol PP yang bongkar," tuturnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa tidak semena-mena mengambil tindakan, tetapi selama ini mengaggap pedagang yang bisanya memang bandel.

Pemerintah juga menurutnya tidak perlu menunggu untuk mereka setuju jika ingin menertibkan, sebab sudah ada perjanjian awal.

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help