Jalan Rusak Parah, Perekonomian Warga Dermaga Penyeberangan Sulteng-Lutim di Sorowako Lumpuh

Jalan itu adalah akses warga yang ingin ke Sulteng maupun Luwu Timur setelah menyeberangi Danau Matano.

Jalan Rusak Parah, Perekonomian Warga Dermaga Penyeberangan Sulteng-Lutim di Sorowako Lumpuh
ivan ismar/tribunlutim.com
Kondisi jalan negara perbatasan antara Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah, masih rusak parah.

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, NUHA - Kondisi jalan negara perbatasan antara Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan Morowali Utara, Sulawesi Tengah, masih rusak parah.

Jalan belum diaspal, permukaannya masih tanah. Sepanjang jalan berlubang, sebagian lagi mirip kubangan. Ada juga badan jalan yang berkerikil dan berbatu. Panjangnya sekitar 11 kilometer itu berada di Desa Nuha, Kecamatan Nuha, Luwu Timur.

Kondisi jalan makin parah saat hujan, kendaraan roda dua dan empat sangat kesulitan melintas. Salah sedikit kendaraan tergelincir dan terjungkal membahayakan peengendara.

Warga Desa Sorowako, Wahyu mengatakan kondisi jalan tambah parah dan hingga kini belum mendapat perhatian pemerintah.

"Kondisi jalan sekarang tambah parah, warga jadi enggan lewat jalan ini. Perekonomian warga juga lumpuh," katanya kepada TribunLutim.com, Senin (3/9/2018).

Baca: Pondasi Retak, Warga Takut Jembatan Somba Palioi Bulukumba Telan Korban

Baca: Warga Honto Gareccing Sinjai Patungan Banahi Jalan Rusak

Jalan itu adalah akses warga yang ingin ke Sulteng maupun Luwu Timur setelah menyeberangi Danau Matano dengan jasa kapal penyeberangan atau warga setempat menyebutnya Rap lewat dermaga Sorowako dan Nuha.

Karena kondisi jalan itu, perekonomian warga yang mengandalkan Rap jadi lumpuh. Calon penumpang ogah lagi menyeberang lewat dermaga. Banyak memilih lewat jalur Mangkutana-Sulteng yang jaraknya lebih jauh.

Usaha jual makan minum warga di dermaga juga ikut kena imbasnya. Pasalnya, penumpang yang hendak menyeberang saat ini hanya bisa dihitung jari.

Berbeda saat jalan tersebut kondisinya belum terlalu parah. Tiap hari Rap berseliweran menyeberangkan penumpang maupun kendaraan.

Saat itu, pedagang makanan dan minum pun juga masih ramai pembeli. Namun sekarang, penumpang bisa dihitung jari. Beruntung kalau dalam sepekan Rap bisa menyeberangkan penumpang.

Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar memfasilitasi perbaikan jalan tersebut. Agar kondisi perekonomian warga dermaga kembali bergairah.

"Sudah lama warga minta agar ada perbaikan tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda," ujarnya.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved