Didemo Warga Malili, PT Citra Lampia Mandiri Bikin Kesepakatan Ini

Bersurat ke perusahaan juga sudah dilakukan namun tak kunjung direspon. Karena itu, masyarakat sepakat unjuk rasa dengan tuntutan tersebut.

Didemo Warga Malili, PT Citra Lampia Mandiri Bikin Kesepakatan Ini
ivan/tribunlutim.com
Forum Pemuda Pongkeru (FPP) dan Masyarakat Lingkar Tambang menggelar Unjuk Rasa di areal tambang PT Citra Mandiri Lampia (CLM), Dusun Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (3/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Forum Pemuda Pongkeru (FPP) dan Masyarakat Lingkar Tambang menggelar Unjuk Rasa di areal tambang PT Citra Mandiri Lampia (CLM), Dusun Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (3/9/2018).

Unjuk rasa menuntut konvensasi lahan kepada pihak PT CLM, menuntut konvensasi dampak yang ditimbulkan perusahaan dan transparansi dalam hal perekrutan.

Penanggung jawab aksi, Moh Arif Tella mengatakan, terkait tuntutan itu sebelumnya sudah dilakukan negosiasi melalui jalur pemerintahan.

Bersurat ke perusahaan juga sudah dilakukan namun tak kunjung direspon. Karena itu, masyarakat sepakat unjuk rasa dengan tuntutan tersebut.

"Kita sudah Iakukan upaya negosiasi ke pemerintah dan pihak perusahaan, namun tak kunjung ada respon, sehingga masyarakat hari ini melakukan demo," kata Arif.

"Masyarakat disini sangat merasakan dampak dari aktivitas penambangan yang tiap hari makan debu," imbuhnya.

Perihal konvensasi lahan masyarakat yang sudah dieksploitasi sejak tahun 2009 belum ada kejelasan. Termasuk transparansi perekrutan tenaga kerja lokal yang pendemo nilai tidak ada itikad baik dari perusahaan.

Unjuk rasa kata Arif akan kembali dilanjutkan apabila perusaahan belum memberikan klarifikasi soal tuntutun masyarakat.

"Jika tidak ada keputusan dari PT CLM, maka kami minta aktifitas tambang di tutup," ujarnya.

Kepala Tehnik Tambang PT CLM Andi Maryadin meminta persoalan ini dibicarakan hingga ketingkat pusat.

Namun, pernyataan Maryadin membuat pengunjuk rasa emosi dan mendesak PT CLM segera mengeluarkan keputusan.

Alhasil, kedua pihak membuat surat kesepakatan yang diteken KTT PT CLM, Maryadin dan Ketua Forum Pemuda Pongkeru, Amir Asri.

Kesepakatan terkait PT CLM siap menghadirkan jajaran direksi yang bisa mengambil kebijakan maksimal pada Jumat, 7 September 2018.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved