Masa Penahanan Dua Tersangka Insiden KM Lestari Maju Diperpanjang Lagi

Karena berkas belum lengkap, maka Polda Sulsel kembali memperpanjang masa penahanan kedua tersangka.

Masa Penahanan Dua Tersangka Insiden KM Lestari Maju Diperpanjang Lagi
HANDOVER
KM Lestari Maju karam di Selayar 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua tersangka insiden karamnya KM Lestari Maju di Perairan Kepulauan Selayar, Sulawesin Selatan beberapa bulan lalu, belum diadili hingga saat ini.

Kedua tersangka yakni nakhoda KM Lestari Maju, Agus Susanto dan perwira Syahbandar Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Kuat Maryanto masih mendekam di Markas Kepolisian Daerah Sulsel.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan berkas belum dilimpahkan ke Pengadilan karena berkas perkara belum lengkap dan masih menunggu petunjuk jaksa peneliti.

"Belum dilimpahkan ke pengadilan karena berkas perkara belum P21. Kita masih tunggu petunjuk dari jaksa peneliti, sudah dianggap cukup atau masih ada kekurangan yang harus dilengkapi," jelasnya.

Baca: Lusa, 99 Penumpang Selamat KM Lestari Maju Akan Terima Santunan

Baca: Kasus Insiden KM Lestari Maju Mandek di Polda Sulsel, Ini Sebabnya

Menurut perwira tiga bunga ini, karena berkas belum lengkap, maka Polda Sulsel kembali memperpanjang masa penahanan kedua tersangka selama 40 hari demi kepentingan penyidikan.

"Sudah dua kali diperpanjang, pertama dua hari, dan terakhir penyidik perpanjang masa penahananya 40 hari," katanya.

Dicky menyebut keduanya ditetapkan tersangka karena dinilai lalai menjalankan tugas sehingga mengakibatkan KM Lestari Maju tenggelam yang menewaskan 36 penumpang.

Mereka diduga bertanggung jawab penuh atas kejadian itu. Nakhoda sebagai penanggung jawab kecelakaan kapal dan perwira Syahbandar dinilai lalai memberikan izin berlayar meski kapal tersebut melebihi kapasitas.

Atas perbuatan tersangka dijerat pasal 320 subsider pasal 112 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran juncto pasal 359 KUHP untuk nahkoda. Perwira Syahbandar dijerat pasal 303 subsider pasa 117 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran juncto pasal 359 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Adapun untuk jumlah tersangka dalam perkara ini belum ada perubahan. Polda baru menetapakan dua tersangka. Tetapi kata Dicky tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru jika bukti ataupun fakta baru ditemukan di persidangan nantinya.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help