Sumarsono Kecewa, Tugu Pahlawan Tak Terurus di Makassar

Jangan sampai tugu ini hilang dan generasi selanjutnya terputus akan pengetahuan tugu bersejarah ini.

Sumarsono Kecewa, Tugu Pahlawan Tak Terurus di Makassar
sanovra/tribuntimur.com
Kondisi Tugu Pahlawan Indonesia yang memprihatinkan di Depan Benteng Rotterdham Jl Ujung Pandang, Makassar, Minggu (9/9). Tugu yang dibangun tahun 1951 ini merupakan bukti sejarah tempat terjadinya pertempuran dahsyat antara pasukan TNI yang dicegat pendaratannya oleh KNIL/NIGA 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono dan mantan Asisten 1 Sulsel Andi Herry Iskandar prihatin dengan kondisi tugu Pahlawan Indonesia yang terletak di Jl Ujung Pandang, Makassar.

Tugu ini berseberangan jalan dengan Benteng Ford Rotterdam.

Sabtu siang (1/9/2019), mereka melakukan langsung peninjauan melihat kondisi tugu yang masih berdiri kokoh tapi tidak terawat dan memprihatikan. Tumpukan seng dan kayu juga ada.

Sumarsono pada kesempatan tersebut juga bertanya langsung warga yang saat itu berada di lokasi, apakah mengetahui keberadaan tugu yang dibangun tahun 1951 ini?

Baca: VIDEO: Suasana Pemberian Gelar Adat Toraja Kepada Soni Sumarsono

"Tugu pahlawan ini mau tidak mau harus direvitalisasi kawasannya, dalam rangka jas merahlah, jangan sekali kali melupakan sejarah, itu kan pertanda simbolik banyak cerita dibaliknya, namanya citra kepahlawan," kata Sumarsono.

Ia menyebutkan, tugas dan tanggung jawab ke depan saat ini jangan sampai tugu ini hilang dan generasi selanjutnya terputus akan pengetahuan tugu bersejarah ini. Serta sebagai upaya menyelamatkan sejarah bangsa.

"Generasi umur 30an ke bawah, mungkin itu banyak hal yang tidak bisa bicara mengenai Indonesia, yang dibicarakan zaman now, karena itu tugas mengindonesiakan manusia Indonesia, antara lain upaya merevitalisasi benda-benda, cagar budaya dilakukan," sebutnya.

Revitalisasi, baik pada zaman kerajaan, penjajahan dan era kemerdekaan perlu dilakukan.

Tujuannya, agar jati diri bangsa tidak terputus.

Halaman
123
Penulis: Saldy
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help