'Jangan Biarkan Rakyatku Lapar' Meriahkan HUT ke-61 Tana Toraja

Pembukaan acara dipersembahkan atraksi rakyat dalam gerak motor trail program pola tanam semusim dan tarian pertanian bertemakan

'Jangan Biarkan Rakyatku Lapar' Meriahkan HUT ke-61 Tana Toraja
risnawati/tribuntoraja.com
HUT ke-61 Kabupaten Tana Toraja dan Hari Jadi ke-771 Toraja diramaikan atraksi dan pesta rakyat di lapangan sepak bola Getengan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (31/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, MENGKENDEK - Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kabupaten Tana Toraja dan Hari Jadi ke-771 Toraja diramaikan dengan atraksi dan pesta rakyat dengan tema "Budaya Toraya Perekat Bangsa", Sabtu (1/9/2018).

Puncak acara dilaksanakan di lapangan sepak bola Getengan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (31/8/2018).

Sebelum pembukaan acara, ditampilkan ritual tradisional aluk massura tallang oleh kepercayaan orang dulu (aluk todolo) dan persembahan atraksi budaya Toraja lainnya sebagai penghormatan kepada para tamu undangan.

Pembukaan acara dipersembahkan atraksi rakyat dalam gerak motor trail program pola tanam semusim dan tarian pertanian bertemakan jangan biarkan rakyatku lapar.

Bupati Nicodemus Biringkanae mengatakan, berkaitan dengan event budaya Toraya perekat bangsa dimana pemerintah daerah menghadirkan budaya Toraja yang diakui dan harus dilestarikan serta di dorong menjadi perekat masyarakat Tana Toraja.

"Kita melihat kegiatan ini direkatkan, sehingga tercipta satu konfirmasi yang baik dari kesenian maupun kehadiran kita semua, saya bangga atas kehadiran semuanya," ucap Bupati Nicodemus.

Nicodemus mengajak masyarakat agar merekatkan hati bersama dan bahu-membahu untuk membangun Kabupaten Tana Toraja yang unggul dan sejahtera.

Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono mengaku bangga melihat budaya Toraja menjadi bagian agenda nasional mendukung pariwisata dan memilik hal yang luar biasa.

"Luar biasa karena nuansa ke Indonesiaannya yang bertunggalbhinekaan, saya sangat terkesan dari refleksi para tokoh agama, inilah kabupaten yang antar umat dan warganya sagat rukun dan kompak," ucap Soni.

Setelah atraksi pesta rakyat, dilakukan renungan syukur yang dibawakan oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Tana Toraja.

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help