Bupati Luwu Utara Tanam Perdana Kakao di Tarobok

Dalam sambutannya, Indah menyebutkan pemerintah kabupaten telah memilih komoditi kakao untuk dikembangkan di Luwu Utara.

Bupati Luwu Utara Tanam Perdana Kakao di Tarobok
chalik/tribunlutra.com
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menghadiri tanam perdana kakao pada kegiatan pengembangan pertanian lahan kering di Desa Tarobok, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, BAEBUNTA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menghadiri tanam perdana kakao pada kegiatan pengembangan pertanian lahan kering di Desa Tarobok, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/9/2018).

Pada kegiatan itu, selain penanaman kakao perdana oleh Indah, diserahkan pula sejumlah alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani yang ada di Kecamatan Baebunta.

Dalam sambutannya, Indah menyebutkan pemerintah kabupaten telah memilih komoditi kakao untuk dikembangkan di Luwu Utara.

Indah pun membeberkan tiga alasan mengapa lebih memilih komoditi kakao untuk dikembangkan di Bumi Lamaranginang.

Baca: Ampeta Minta Bupati Indah Copot Kadis PMD Luwu Utara

"Pertama karena kakao merupakan komoditi ekspor bangsa kita yang bernilai ekonomi relatif tinggi. Kedua iklim dan cuaca kita sangat mendukung untuk tanaman kakao dan ketiga secara ekonomis kakao ini sangat menguntungkan dan tidak memerlukan lahan yang luas," terang Indah.

Luwu Utara, lanjut Indah, juga merupakan daerah dengan luas tanaman kakao terbesar di Sulawesi Selatan.

"Tanaman kakao terbesar di Sulawasi Selatan ada di Luwu Utara. Luas tanamana kakao di Sulawesi Selatan untuk Luwu Utara sebesar 60 persen," terang Indah.

Baca: Sudah 5 Hari Gadis 15 Tahun di Sabbang Luwu Utara Tinggalkan Rumah

Kepala Dinas Tanaman Pangan Luwu Utara, Armiadi, menambahakan, penanaman kakao di lahan kering telah dilakukan beberapa bulan lalu.

"Persiapan lahan sekitar 60 hektare tersebar di 5 kecamatan 10 desa dan 8 kelompok tani. Di Desa Tarobok lokasi terluas dengan lahan 15 hektare," kata Armiadi.

Kegiatan ini juga sebagai wujud komitmen pemerintah kabupaten mengembangkan dan mengembalikan kejayaan kakao Luwu Utara.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved