Andai Tak Ditahan KPK, Duit Idrus Marham Tambah Rp 21 Miliar Jika Terima Suap Proyek Listrik

Andai Tak Ditahan KPK, Duit Idrus Marham Bertambah Rp 21 Miliar Jika Terima Suap Proyek Listrik

Andai Tak Ditahan KPK, Duit Idrus Marham Tambah Rp 21 Miliar Jika Terima Suap Proyek Listrik
TRIBUNNEWS.COM
Idrus Marham ditahan KPK, Jumat (31/8/2018) malam. Hingga 14 hari ke depan politisi kelahiran Pinrang, Sulsel, ini ditahan KPK 

TRIBUN-TIMUR.COM - Andai Tak Ditahan KPK, Duit Idrus Marham Bertambah Rp 21 Miliar Jika Terima Suap Proyek Listrik

Karier politik cemerlang yang dirintis politisi Sulsel Idrus Marham di Ibu Kota di titik nadir.

Digadang-gadang sebagai salah satu politisi Sulsel yang bersinar di Jakarta, Idrus malah masuk penjara.

Mantan Menteri Sosial Idrus Marham mengaku ikhlas ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka di kasus dugaan suap pembangunan proyek PLTU Riau-1, Jumat (31/8/2018) petang.

Baca: Cantiknya Rini S Bono, Ibunda Faldy Albar dan Sean Gelael, Ternyata Bintang Iklan Sabun Mandi

Baca: Leicester vs Liverpool, Ujian Ketangguhan Kiper Alisson Becker! Ini Jadwal Lengkap Pekan ke-4

Baca: Foto-foto Tampannya Habib Usman bin Yahya, Pria yang Disebut-sebut Suami Kartika Putri, Bikin Adem

"Gak ada masalah," ujar Idrus saat ditanya soal penahanan dirinya yang langsung ditahan usai perdana diperiksa sebagai tersangka.

Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham ditahan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/8/2018).
Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham ditahan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/8/2018). (KOMPAS.COM/ABBA GABRILLIN)

Atas penahanannya, Idrus berpendapat KPK tidak mungkin mengambil langkah yang tidak sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang ada.

"KPK punya logika hukum, jangan kita melihar dari logika kita sendiri. Harus juga melihat dari logika hukum. Jadi sekali lagi, ini tidak ada masalah," tambah Idrus yang sudah mengenakan rompi orange KPK.

‎Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka. Mereka yakni Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragi, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan Idrus Marham.‎

Penyidik menduga, Idrus mengetahui dan memiliki andil atas penerimaan uang dari Ko‎tjo ke Eni. Sekitar November-Desember 2017, Eni menerima Rp 4 miliar. Bulan Maret-Juni 2018, Eni kembali menerima Rp 2,25 miliar.

Idrus juga diduga telah menerima janji untuk mendapatkan bagian yang sama dengan Eni sebesar 1,5 juta dollar AS yang dijanjikan Kotjo apabila proyek itu bisa dilaksanakan oleh Kotjo.

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved