Sebut Ada Oknum Anggota Dewan Menambang di Sungai Bila, Walhi Desak Kapolres Sidrap Turun Tangan

Salah satu pemilik tambang pasir yang telah merusak Sungai Bila merupakan oknum anggota DPRD Kabupaten Sidrap.

Sebut Ada Oknum Anggota Dewan Menambang di Sungai Bila, Walhi Desak Kapolres Sidrap Turun Tangan
handover
Kondisi terkini Sungai Bila di Kecamatan Pitu Riase 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, PITU RIASE - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terus memantau dugaan penambangan ilegal atau illegal mining, di aliran Sungai Bila, Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap.

Tim investigasi Walhi Sulsel, Abd Kadir mengatakan aktivitas tambang di Sungai Bila masih beroperasi. Ia pun menilai bahwa Polres Sidrap seperti takluk dengan penambang liar tersebut.

“Saat di hadapan masyarakat, Wakapolres tegas mengatakan akan menghentikan seluruh tambang di Sungai Bila. Nah sekarang, tambang tersebut masih beroperasi. Itu artinya ucapan Wakapolres tidak ada nilainya di mata penambang," kata Abd Kadir, via rilis kepada TribunSidrap.com, Jumat (31/8/2018).

Sesuai hasil investigasi Walhi Sulsel, kata dia, salah satu pemilik tambang pasir yang telah merusak Sungai Bila merupakan oknum anggota DPRD Kabupaten Sidrap.

Baca: AMPSB Desak Polres Sidrap Usut Dugaan Perusakan Lingkungan di Sungai Bila

Baca: Walhi Sulsel Minta Aktivitas Tambang di Sungai Bila Sidrap Dihentikan

“Coba dipikirkan, hampir lima tahun lebih salah seorang anggota DPRD Sidrap melakukan penambangan ilegal di Sungai Bila. Namun Polres Sidrap tidak melakukan penangkapan,” ujarnya.

Padahal lanjut Kadir, di dalam pertemuan yang digagas pemerintah Desa Bila Riase, pada Rabu (29/8/2018), mayoritas aktivitas tambang di sungai itu diketahui ilegal.

Atas situasi tersebut, Walhi Sulsel secara tegas minta Kapolres Sidrap untuk turun tangan mengatasi penambang ilegal di Sungai Bila. Sekaligus menangkap oknum anggota DPRD Sidrap yang telah melakukan ilegal mining.

“Kami minta sekarang Kapolres Sidrap dan Wakil Bupati Sidrap Dollah Mando (Bupati Sidrap terpilih periode 2018-2023) untuk bertindak tegas menghentikan tambang ilegal di Sungai Bila” tutupnya.

Sebelumnya, Wakapolres Sidrap Kompol H Baso mengatakan bakal melakukan penyelidikan atas kerusakan lingkungan, yang diduga disebabkan aktivitas tambang di Sungai Bila.

"Kami akan lakukan penyelidikan, atas adanya pemintaan dari masyarakat sekitar Sungai Bila ini," ujarnya.

Sekadar diketahui, Sungai Bila terletak sekitar 36 km ke arah timur pusat Kota Sidrap. Di Sungai Bila terdapat bendungan yang mengairi ribuan hektar sawah milik warga.

Saat ini Sungai Bila diketahui telah mengalami kerusakan dan perubahan bentuk, seperti luas, kedalaman, dan tanah warga yang mulai terkikis.(*)

Penulis: Amiruddin
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help