DLH Minta Satpol PP Tertibkan Penambang Ilegal di Moncongloe Maros

Beberapa perusahaan melakukan pengerukan gunung, padahal tidak mengantongi izin lingkungan dari DLH.

DLH Minta Satpol PP Tertibkan Penambang Ilegal di Moncongloe Maros
ansar/tribun-timur.com
Tambang ilegal yang masih beroperasi di Moncongloe Bulu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Keberadaan tambang ilegal di Kecamatan Moncongloe, Maros, Sulawesi Selatan terus menuai kontroversi. Dari 11 tambang yang beroperasi di Moncongloe Bulu, beberapa di antaranya ilegal.

Tambang ilegal yang diduga dibekingi oleh anggota dewan dan pihak kepolisian, harus berhenti. Pasalnya, selain merusak pegunungan, aksi penambang juga merugikan warga.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros, David Syamsuddin, Jumat (31/8/2018), mengatakan untuk memastikan tambang ilegal tidak beroperasi lagi, pihaknya telah membentuk tim pengawas.

Pasalnya, meski Pemkab Maros tidak memiliki kewenangan atas pertambangan, izin lingkungan masih menjadi tanggung jawab DLH.

Berdasarkan hasil pantauan lokasi tambang, beberapa perusahaan melakukan pengerukan gunung, padahal tidak mengantongi izin lingkungan dari DLH.

Baca: Warga Minta Aktivitas Tambang di Sungai Bila Sidrap Dihentikan, Begini Reaksi Pengusaha

Baca: Walhi Sebut Hasil Tambang Liar di Moncongloe Digunakan oleh Perumahan Elit dan CPI

"Kami turun ke lapangan bukan untuk memeriksa izin tambang, tapi izin lingkungannya. Saat ini, ada dua yang kami temukan tidak ada izin lingkungan. Itu jelas pelanggaran," tuturnya.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, DLH telah menyurat ke Satpol PP Maros untuk melakukan penidakan. Tambang ilegal tersebut harus dihentikan selama masih ilegal.

Sementara, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel mendesak Polres atau Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, untuk mengusut kasus penambangan ilegal di Desa Moncongloe Bulu, Moncongloe.

Direktur Eksekutif Walhi, Muh Al Amin mengatakan, pihak Polres harus segera turun tangan mengusut tambang ilegal tersebut, sebelum memperparah kerusakan dan terus dikeluhkan warga.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved