DLH Maros Mengaku Heran Tambang di Moncongloe Masih Beroperasi

Kepala DLH Maros, Davied Syamsuddin mengaku heran melihat aksi nekat oleh pengusaha tambang ilegal.

DLH Maros Mengaku Heran Tambang di Moncongloe Masih Beroperasi
ansar/tribun-timur.com
Tambang ilegal yang masih beroperasi di Moncongloe Bulu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Meski menuai sorotan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel, tambang ilegal di Moncongloe, Maros, masih beroperasi, Jumat (31/8/2018).

Selain tidak mengantongi izin tambang dari Pemprov Sulsel, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga menemukan tambang yang tidak memiliki izin lingkungan dari Pemkab.

Kepala DLH Maros, Davied Syamsuddin mengaku heran melihat aksi nekat oleh pengusaha tambang ilegal.

Selama tahun 2018, DLH tidak pernah mengeluarkan izin lingkungan untuk penambangan di Maros. Sementara di lapangan, sejumlah tambang masih beroperasi.

Dia curiga, sudah banyak izin lingkungan penambang yang kadaluarsa. Namun pengusaha masih tetap beroperasi lantaran mengurus kelengkapan berkas di Provinsi.

"Tahun ini, kami tidak pernah mengeluarkan izin lingkungan. Tapi kok ada tambang yang beroperasi. Makanya kami curiga, mungkin sudah banyak izin lingkungan yang sudah kadaluarsa," katanya.

Davied juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pemprov. Pasalnya, penambangan liar di Maros, marak.

Menurutnya, aksi penambangan liar tersebut, tidak bisa dibiarkan berlarut. Pasalnya, selain merusak lingkungan juga merugikan warga sekitar akibat debu.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel curiga, anggota DPRD Maros, Hafid Pasha menjadi dalang tambang yang merusak dan dikeluhkan warga di Moncongloe.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved