Usulan Rakernas APBMI, Pelindo Setop Bongkar Muat di Pelabuhan Konvensional

Hal tersebut menyangkut finalisasi usulan ke Kemenhub agar segera diterbitkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Perhubungan

Usulan Rakernas APBMI, Pelindo Setop Bongkar Muat di Pelabuhan Konvensional
HANDOVER
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak empat poin usulan menguta dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) di Swiss-Belhotel Jl Ujung Pandang Makassar, Kamis (30/8/2018).

Hal tersebut menyangkut finalisasi usulan ke Kemenhub agar segera diterbitkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Perhubungan atas PM No. 152/2016 pasal 2 ayat (9).

Ketua Umum DPP APBMI M Fuadi usai pembukaan Rakernas menuturkan empat point penting, yakni kerja sama antara Pelindo dengan APBMI dalam bentuk jasa fasilitas pelabuhan.

"Lalu Pelindo tidak melakukan pekerjaan bongkar muat di pelabuhan konvensional. Kemudian DPW/DPC dalam bekerja harus membuat kesepakatan kerja bersama (KKB) dalam menentukan single tarif," katanya.

Baca: Pandu Pelindo IV Siap Berlabuh di Seluruh Cabang

Serta, untuk formula jasa fasilitas pelabuhan ada dua. Berdasarkan biaya presentase atau bisa juga besaran tarif per revenue ton.

Terkait finalisasi usulan RPM perhubungan, Fuadi mengusulkan delapan poin.

Beberapa poin penting di antaranya, perusahaan Bongkat Muat (PBM) anggota APBMI dapat melakukan kegiatan bongkar muat di terminal konvensional.

"BUP (Badan Usaha Pelabuhan) yakni Pelindo hanya bisa melakukan kegiatan bongkar muat pada area konsesinya," katanya.

Jika BUP mendapatkan pekerjaan dari pemilik barang yang belum pernah dikerjakan APBMI, dapat ditenderkan kepada BPM anggota APBMI.

"Terpenting BUP tidak boleh mengerjakan kegiatan bongkar muat barang yang sedang dikerjakan PBM anggota APBMI," ujar Fuad.

Baca: Usai Jogging Bersama, Pimpinan Pelindo IV Laporan Progres MNP ke Menteri BUMN

Plt Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut Departemen Perhubungan, Dr Capt Wisnu Handoko hemat bicara.

"Terkait itu kita akan bicarakan. Bukan hanya Kemenhub saja, ada juga Kementransnaker, dan beberapa stageholder lain," katanya.

rakenas kali ini diikuti 250 anggota APBMI yang tersebar dari berbagai wilyah di Indonesia yang berlangsung selama dua hari, mulai (30-31/8/2018).(aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help