Sekolahnya Disegel, Siswa SMPN 22 Bulukumba Diliburkan

Penyegelan tersebut dipicu akibat Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba, belum membayar ganti rugi lahan seluas 9.436 meter

Sekolahnya Disegel, Siswa SMPN 22 Bulukumba Diliburkan
firki/tribunbulukumba.com
Aktivitas belajar mengajar di SMPN 22 Bulukumba tak dapat berjalan normal seperti hari-hari biasanya, Kamis (30/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, KAJANG - Aktivitas belajar mengajar di SMPN 22 Bulukumba tak dapat berjalan normal seperti hari-hari biasanya, Kamis (30/8/2018).

Sekolah yang berada di Dusun Ganta, Desa Bonto Biraeng, Kecamatan Kajang, atau kurang lebih 24 kilometer dari pusat kota Bulukumba ini disegel menggunakan kayu dan kawat berduri oleh pihak penggugat, Hj Andi Asiah (65 Tahun).

Akibatnya, seluruh siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut terpaksa harus diliburkan.

Penyegelan tersebut dipicu akibat Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba, belum membayar ganti rugi lahan seluas 9.436 meter persegi tersebut.

Sementara hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba telah memenangkan pihak Hj Andi Asiah, sebagai pemilik lahan.

"Kita tutup ini sekolah karena hingga saat ini belum dilakukan ganti rugi. Padahal sesuai proses perdata di PN Bulukumba, kami pemilik lahan yang sah," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, Ahmad Djanuaris yang telah meninjau langsung lokasi sekolah, menyayangkan aksi tersebut. Pasalnya, Pemkab Bulukumba telah melakukan banding.

"Ini kan masih berproses, karena Pemkab telah melakukan banding," singkatnya.

Sekadar diketahui, perkara tersebut terdaftar di PN Bulukumba dengan nomor register 1/Pdt.G/2018/PN Blk, tertanggal 11 Januari 2018.

Sebelumnya, PN Bulukumba juga telah memediasi kedua belah pihak, namun menemui jalan buntu karena penggugat bersikukuh meminta ganti rugi sebesar Rp 3,8 miliar.

Asisten Administrasi Umum Setda Bulukumba, Andi Syamsul beberapa waktu lalu menyebutkan, bahwa permintaan penggugat sangat tidak masuk akal sehingga proses perdata di PN Bulukumba tetap berlanjut.

Dalam kasus ini, Bupati Bulukumba, Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, Kepala SMP Negeri 22 Bontobiraeng Kecamatan Kajang, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional, tercantum sebagai tergugat.

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved