Peserta AYF di FTI UMI Deg-Degan saat Dibakar Penari Pepe-Pepe Ri Makka

Prof Basri juga menyampaikan terima kasihnya kepada Dekan FTI UMI Zakir Sabara yang dinilai sebagai dekan paling kreatif dan lincah.

Peserta AYF di FTI UMI Deg-Degan saat Dibakar Penari Pepe-Pepe Ri Makka
Rara/tribuntimur.com
Asian Youth Forum (AYF) ke-20 yang digelar di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar resmi ditutup pada malam ramah tamah di pelataran FTI UMI, Kamis (29/8/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Asian Youth Forum (AYF) ke-20 yang digelar di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar resmi ditutup pada malam ramah tamah di pelataran FTI UMI, Kamis (29/8/2018) malam.

Rektor UMI Prof Basri Modding menutup kegiatan tersebut.

Dia sangat bangga dan mengapresiasi FTI UMI sebagai tuan rumah.

"FTI UMI sangat dinamis, inovatif dan sangat familiar. Saya kira FTI bisa menjadi contoh dari fakultas-fakultas yang lainnya di UMI khususnya," ucap Prof Basri.

Prof Basri juga menyampaikan terima kasihnya kepada Dekan FTI UMI Zakir Sabara yang dinilai sebagai dekan paling kreatif dan lincah.

Baca: Pertama di Indonesia, FTI UMI Gunakan Teknologi Canggih Ini di Perkuliahan

Usai makan malam, para peserta AYF dari Negara Rusia, Filipina, Indonesia, Brazil, Amerika Serikat dan Jepang disuguhi tarian empat etnis dan Pepe-pepe Ri Makka.

Bahkan peserta dari luar negeri tersebut diajak bersama para penari yang sudah siap dengan api khasnya.

Secara bergantian para peserta negara luar dibakar dan dari raut wajah mereka terlihat rasa takut.

"Ini sangat luar biasa. Baru pertama kali liat seperti ini dan tadi saya takut tapi setelah dicoba dan kena api tidak terbakar seperti yang saya bayangkan,"kata Momo peserta asal Jepang.

Momo juga sangat senang dengan tarian khas Makassar tersebut yang menurutnya sangat cantik dan menarik untuk disaksikan.

Jumat besok, 58 peserta AYF akan jalan-jalan ke wisata Bantimurung.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved